Kalsel Pertahankan Posisi Teratas Indeks Ketahanan Pangan, Produksi 2026 Dievaluasi di Tengah Kemarau
in , , ,

Kalsel Pertahankan Posisi Teratas Indeks Ketahanan Pangan, Produksi 2026 Dievaluasi di Tengah Kemarau

Kalsel Pertahankan Posisi Teratas Indeks Ketahanan Pangan, Produksi 2026 Dievaluasi di Tengah Kemarau

Banua Tv, Banjarbaru – Kalimantan Selatan mempertahankan capaian ketahanan pangan di tingkat nasional di tengah tekanan terhadap produksi pertanian akibat kekeringan dan kemarau panjang.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Berdasarkan evaluasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, Kalsel berhasil mempertahankan peringkat pertama nasional untuk Indeks Ketahanan Pangan pada 2025 dan kembali meraih posisi tersebut pada 2026.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang dibahas dalam Sosialisasi Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD di lingkungan DPKP Kalsel di Banjarbaru, Rabu (23/9/2026).

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari capaian kinerja organisasi, masing-masing bidang dan unit kerja, hingga kinerja individu.

Evaluasi juga dilakukan dengan membandingkan capaian 2026 dengan tahun sebelumnya untuk melihat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diamanahkan kepada DPKP Kalsel.

“Evaluasi ini bertujuan melihat kinerja secara keseluruhan, per bidang, per unit kerja, dan per individu. Kita juga membandingkan kinerja 2026 dengan 2025 untuk melihat sejauh mana pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diamanahkan oleh Pak Gubernur,” kata Syamsir.

Syamsir menyampaikan, capaian peringkat pertama nasional pada Indeks Ketahanan Pangan menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Banua.

“Capaian itu menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Banua,” ujarnya.

Namun, capaian tersebut berjalan bersamaan dengan tantangan pada sisi produksi pertanian. Kalsel mencatat produksi sebesar 1,179 juta ton pada 2025.

Sementara untuk 2026, berdasarkan angka sementara perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi diperkirakan mencapai sekitar 1,15 juta ton.

Syamsir menjelaskan, perkiraan penurunan produksi tersebut dipengaruhi kondisi kekeringan akibat kemarau panjang yang berdampak terhadap aktivitas pertanian.

Sejumlah petani juga melakukan panen lebih awal sehingga turut memengaruhi hasil produksi. Meski demikian, DPKP Kalsel masih menunggu perkembangan produksi dalam satu bulan ke depan untuk memastikan angka akhir 2026.

“Tidak banyak turun, hanya sedikit karena adanya kekeringan dan kemarau panjang. Masih ada waktu satu bulan untuk melihat apakah produksi benar sekitar 1,15 juta ton atau masih bisa lebih,” jelasnya.

Hasil evaluasi kinerja tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Kepala DPKP Kalsel sebagai bahan penyusunan nota dinas kepada Gubernur Kalsel, tenaga ahli gubernur, serta pihak terkait lainnya.

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi dasar untuk meningkatkan kinerja organisasi sekaligus memperkuat pelaksanaan program pertanian dan ketahanan pangan.

Syamsir berharap penguatan kinerja DPKP Kalsel dapat mendukung upaya menjaga ketersediaan pangan, distribusi, dan stabilitas harga pangan di Kalimantan Selatan.

“Pentingnya peran DPKP dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi melalui pelaksanaan program pertanian dan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Dengan capaian Indeks Ketahanan Pangan yang kembali berada di peringkat pertama nasional, DPKP Kalsel tetap menghadapi tantangan menjaga produksi dan ketersediaan pangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang memengaruhi aktivitas pertanian.

Tinggalkan Balasan

150 ASN Banjarbaru Purna Tugas, Dedikasi Puluhan Tahun Mendapat Penghargaan