Hujan Mulai Turun, Karhutla di Kabupaten Banjar Belum Sepenuhnya Reda
in , , , ,

Hujan Mulai Turun, Karhutla di Kabupaten Banjar Belum Sepenuhnya Reda

Hujan Mulai Turun, Karhutla di Kabupaten Banjar Belum Sepenuhnya Reda

Banua Tv,Banjar – Turunnya hujan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Banjar belum sepenuhnya mengakhiri ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam dua hari terakhir, sejumlah titik kebakaran masih dilaporkan muncul, termasuk di lahan persawahan pascapanen yang dipenuhi sisa tanaman kering.

Salah satu kejadian berlangsung di Kampung Baru RT 04, Kecamatan Beruntung Baru, Kamis (5/11/2026). Tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar yang bertugas di Posko Beruntung Baru berhasil mengendalikan api sekitar 30 menit setelah proses pemadaman dilakukan.

Warga setempat, Mamad, mengatakan kebakaran bermula dari lahan pertanian pascapanen yang mengering setelah mengalami musim kemarau panjang. Kondisi sisa tanaman padi yang kering membuat api mudah merambat.

“Sisa batang padi itu memang sangat kering, api cepat merambat,” ujarnya.

Upaya pemadaman tidak berlangsung mudah. Petugas menghadapi tiupan angin yang cukup kencang serta keterbatasan sumber air. Dalam kondisi tersebut, tim gabungan bahkan memanfaatkan daun pisang untuk membantu proses pemadaman.

Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sehingga dampak kebakaran dapat diminimalkan. Setelah pemadaman, pemantauan tetap dilakukan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Ancaman serupa juga dilaporkan di beberapa wilayah lain pada hari yang sama. Titik kebakaran tercatat di Kampung Melayu, Kecamatan Martapura Timur; kawasan Puskesmas Sungai Tabuk 1, Kecamatan Sungai Tabuk; serta Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Gambut.

Munculnya kebakaran di sejumlah lokasi tersebut menjadi pengingat bahwa hujan yang mulai mengguyur wilayah Kabupaten Banjar belum otomatis menghilangkan risiko karhutla. Lahan pascapanen dengan sisa tanaman yang mengering masih berpotensi terbakar, terutama ketika didukung angin kencang dan terbatasnya ketersediaan air.

Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan meskipun musim hujan mulai menunjukkan tanda-tanda datang. Pemantauan titik rawan dan kesiapsiagaan petugas menjadi penting untuk mencegah kebakaran meluas.

Tinggalkan Balasan

Gandeng Kampus Teknologi, Pemkab Banjar Bidik Smart City yang Berdampak bagi Masyarakat

Hujan Mulai Turun, Enam Tandon di Pingaran Ulu Masih Bergantung Pasokan Air Bersih