Dorong Ekspor, Disdag Kalsel Permudah Penerbitan SKA
Banua Tv.BANJARMASIN – Upaya mendorong daya saing produk daerah di pasar global terus diperkuat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui kemudahan layanan ekspor. Salah satunya dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait fasilitasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA) bagi pelaku usaha.

Kegiatan yang dilaksanakan di Banjarmasin ini menghadirkan narasumber dari Bea Cukai Wilayah Kalimantan Selatan serta Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, khususnya bidang perdagangan luar negeri. Sejumlah eksportir di Kalimantan Selatan turut ambil bagian dalam forum ini.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi berbasis ekspor.
“Ini adalah bagian dari mewujudkan janji Pak Gubernur, khususnya dalam peningkatan ekonomi dan penguatan sektor usaha. Kami di Dinas Perdagangan berupaya agar ekonomi masyarakat terus meningkat melalui dukungan kepada pelaku usaha,” jelasnya, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak hanya memberikan fasilitas, tetapi juga aktif melakukan pendampingan untuk memastikan pelaku usaha dapat menjalankan aktivitas ekspor tanpa hambatan.
“Kami sudah mendapatkan arahan langsung dari Pak Gubernur Muhidin, bagaimana pelaku usaha bisa menjalankan kegiatannya dengan lancar, tanpa kendala. Kalau ada masalah, kita cari tahu dan kita carikan solusinya,” tambahnya.
FGD ini menjadi wadah strategis untuk membedah berbagai persoalan teknis yang selama ini dihadapi eksportir, terutama dalam proses penerbitan SKA.
“Jadi hari ini adalah FGD kepada para pelaku usaha eksportir di Kalimantan Selatan. Kita datangkan narasumber dari Bea Cukai Wilayah Kalimantan Selatan dan juga dari Kementerian Perdagangan, bidang luar negeri. Tujuannya tidak lain untuk mempermudah pelaku usaha agar penerbitan SKA-nya bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Sebagai informasi, SKA atau Certificate of Origin (COO) merupakan dokumen krusial dalam kegiatan ekspor karena menjadi syarat utama untuk membuktikan asal barang, sekaligus memengaruhi akses pasar dan tarif di negara tujuan.
Melalui forum ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha semakin kuat, sehingga ekspor daerah dapat meningkat dan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.
“Harapan kita tentu untuk meningkatkan ekonomi daerah. Salah satu penyumbangnya adalah para pelaku usaha ini, karena mereka juga berkontribusi melalui pajak dan bea cukai yang nantinya menjadi bagian dari pendapatan daerah,” tutupnya.


