Tekan Inflasi, Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah Besar-besaran
in , ,

Tekan Inflasi, Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah Besar-besaran

Tekan Inflasi, Disdag Kalsel Gelar Pasar Murah Besar-besaran

Banua Tv.BANJARMASIN – Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dampak kenaikan BBM terus dilakukan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah menggelar pasar murah secara masif di seluruh daerah.

~ Advertisements ~

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, menegaskan bahwa secara umum harga bahan pokok masih dalam kondisi terkendali meskipun terdapat tekanan dari faktor global.

“Baru saja kami memantau harga bahan pokok di pasar. Alhamdulillah kenaikannya tidak terlalu besar. Walaupun ada bahan tertentu seperti plastik yang kemarin cukup banyak naiknya,” ujar Ahmad Bagiawan di Banjarmasin, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kenaikan pada komoditas tertentu seperti plastik tidak lepas dari dinamika global, khususnya konflik yang memengaruhi harga minyak mentah sebagai bahan baku utama.

“Kita berharap ini bisa dipahami sebagai dampak dari kondisi global, karena bahan baku plastik salah satunya berasal dari minyak mentah,” jelasnya.

Sementara itu, untuk bahan pokok utama, kondisi harga dinilai relatif stabil. Beras mengalami kenaikan dalam batas wajar, sedangkan harga telur dan daging ayam mulai menunjukkan tren stabil.

“Telur kemarin stabil, dan ayam juga sudah mulai stabil. Ini berkat arahan Pak Gubernur agar kami terus mencari solusi supaya harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan signifikan,” tambahnya.

Namun, cabai masih menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar. Saat ini harganya berada di kisaran Rp120 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya yang sempat di bawah Rp100 ribu.

“Cabai ini masih menjadi penyumbang inflasi. Idealnya di bawah Rp100 ribu, bahkan sempat di kisaran Rp60 ribu. Setelah kami telusuri, kenaikan ini disebabkan kebun cabai yang terdampak banjir sehingga produksi menurun,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa penurunan pasokan akibat kerusakan tanaman menjadi faktor utama kenaikan harga di pasaran.

“Ketika barangnya sedikit, tentu harga akan naik. Ini hukum dagang yang terjadi di lapangan,” tegas Ahmad.

Sebagai langkah konkret, Disdag Kalsel akan menggelar pasar murah selama satu bulan penuh di 14 kabupaten/kota sebagai upaya menekan inflasi sekaligus membantu masyarakat menjelang Iduladha.

“Selama satu bulan ke depan, kami akan melaksanakan pasar murah di 14 kabupaten/kota. Ini juga dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha,” ujarnya.

Program ini merupakan arahan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, guna menjaga daya beli masyarakat.

“Pak Gubernur memerintahkan untuk membantu masyarakat. Kami menghadirkan bahan pokok dengan harga distributor seperti gula, minyak goreng, tepung, dan lainnya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Disdag Kalsel turut menggandeng berbagai instansi terkait untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan harga tetap terjangkau.

Melalui langkah ini, pemerintah daerah optimistis stabilitas harga dapat terjaga meskipun di tengah tekanan ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Pengamanan Humanis Warnai Aksi 300 Mahasiswa di DPRD Kalsel

Dorong Ekspor, Disdag Kalsel Permudah Penerbitan SKA