Airguci Tak Lagi Sekadar Hiasan, Kini Diburu Pasar Internasional
Banua Tv,Banjar – Kerajinan lokal khas Kabupaten Banjar, Airguci, mulai menunjukkan potensi besar menembus pasar internasional. Melalui inovasi “Bakilau Airguciku” yang lahir pada 2025, produk tradisional ini berhasil bertransformasi menjadi komoditas kreatif bernilai ekonomi tinggi.

Inovator Bakilau Airguciku, Dewi Novita Sari, mengungkapkan bahwa inovasi ini berangkat dari kondisi perajin yang menghadapi keterbatasan upah dan lamanya waktu produksi. Transformasi dilakukan agar Airguci tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mampu bersaing di pasar modern dan global.
Dalam sesi talkshow SI-ANIDA, Rabu (29/4/2026) pagi, Dewi menjelaskan bahwa Airguci kini telah berkembang menjadi produk fashion yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan pasar masa kini.
“Dengan model yang lebih inovatif, Airguci bisa dipakai kapan saja dan di mana saja, sehingga lebih diminati masyarakat,” ujarnya.
Perubahan tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas. Produk Airguci kini tidak hanya hadir sebagai ornamen tradisional, tetapi juga diaplikasikan pada berbagai produk seperti jaket, baju kasual, hingga tas yang memiliki nilai guna tinggi.
Langkah ekspansi semakin nyata ketika Airguci diperkenalkan dalam ajang Inacraft di Jakarta. Respons positif dari pasar membuka jalan kerja sama internasional, termasuk dengan mitra dari Australia yang melihat potensi Airguci sebagai produk kerajinan eksklusif.
Menurut Dewi, peningkatan permintaan pasar turut mendorong pertumbuhan produksi yang berdampak langsung pada kesejahteraan perajin lokal.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan pendapatan perajin. Dengan produk yang lebih sederhana dan fungsional, produksi bisa lebih banyak dan penjualannya juga lebih mudah,” jelasnya.
Meski peluang pasar terbuka lebar, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga stabilitas penjualan dan memperluas jaringan pemasaran. Pemanfaatan marketplace dan media sosial menjadi strategi utama dalam menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk pasar luar negeri.
Selain itu, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci keberlanjutan inovasi ini. Dukungan dari ajang promosi seperti pemilihan Nanang Galuh turut membantu memperkenalkan Airguci kepada kalangan anak muda.
Dewi berharap Airguci dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kerajinan daerah yang mampu bersaing di tingkat global.
“Airguci tidak boleh punah. Kita harus bersama-sama melestarikan dan mengembangkannya agar bisa mendunia,” tegasnya.


