Program Tukar Sampah dengan Sembako Bangun Kesadaran Lingkungan di Sungai Rangas Tengah
Banua Tv,Banjar – Kesadaran masyarakat Desa Sungai Rangas Tengah, Kabupaten Banjar, dalam mengelola sampah terus meningkat. Hal itu terlihat dari antusiasme warga mengikuti kegiatan Pilah Sampah Dapat Sembako yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Desa Sungai Rangas Tengah di Bank Sampah Desa Sungai Rangas.

Program yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 tersebut berhasil mengumpulkan 431,85 kilogram sampah yang telah dipilah langsung dari rumah oleh masyarakat.
Beragam jenis sampah disetorkan warga, mulai dari kardus, kertas duplek, botol plastik, plastik keras dan plastik lemah, kaleng aluminium, rak telur, hingga minyak jelantah. Sebagai bentuk apresiasi, sampah yang diserahkan ditukar dengan paket sembako.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, menilai kegiatan tersebut bukan hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga membangun kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab sejak dari sumbernya.
“Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui penukaran sampah dengan sembako, tetapi juga menjadi upaya membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab di tengah masyarakat,” ujar Rahmat, Banjarbaru, Jumat (3/7/2026).
Seluruh sampah yang terkumpul selanjutnya akan dikelola melalui sistem bank sampah sehingga memiliki nilai ekonomi dan tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
Rahmat berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar budaya memilah sampah semakin melekat dalam kehidupan masyarakat, bukan sekadar menjadi kegiatan tahunan atau seremonial.
“Dengan demikian, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan akan semakin meningkat sekaligus mendukung pengurangan timbulan sampah,” ucapnya.
Melalui program tersebut, DLH Provinsi Kalimantan Selatan juga mengajak masyarakat menjadikan sampah sebagai sumber daya yang bernilai ekonomi. Selain membantu mengurangi volume sampah, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang lebih produktif.


