Nurul Fadhilah dari Mapala Piranha FPIK ULM pada ajang Impas-B Rope Challenge 2026 Kalimantan Region, di Lapangan Murdjani, Sabtu (13/6/2026). Foto: Rama
in ,

Nurul Fadhilah Antar Mapala Piranha ULM Naik Podium di Ajang Rope Challenge Regional Kalimantan

Nurul Fadhilah Antar Mapala Piranha ULM Naik Podium di Ajang Rope Challenge Regional Kalimantan

Banua Tv, Banjarbaru – Ajang Impas-B Rope Challenge 2026 Kalimantan Region menjadi panggung pembuktian bagi Nurul Fadhilah. 

~ Advertisements ~

Mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat itu berhasil mempersembahkan posisi ketiga untuk Mapala Piranha dalam kompetisi yang digelar di Lapangan Murjani Banjarbaru, Sabtu (13/6/2026).

Kompetisi yang diinisiasi Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam, Seni dan Budaya (Impas-B) FKIP ULM tersebut mempertemukan anggota Mahasiswa Pecinta Alam dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan dalam adu keterampilan teknik tali vertikal.

Nurul tampil pada kategori putri dan mampu bersaing hingga fase akhir perlombaan. Meski langkahnya menuju partai puncak terhenti di semifinal, ia tetap menjaga peluang meraih prestasi melalui perebutan posisi ketiga.

Pada babak semifinal, Nurul berhadapan dengan peserta dari Mapala Sylva Fakultas Kehutanan ULM. Dalam pertandingan tersebut, Nurul mencatatkan waktu 5 menit 16 detik, namun belum mampu melampaui catatan waktu lawannya.

Kegagalan melangkah ke final tidak membuat semangatnya surut. Pada laga perebutan juara ketiga, Nurul kembali turun dengan performa yang lebih baik saat menghadapi wakil Mapala Redox Institut Bisnis dan Teknologi Kalimantan (IBITEK).

Hasilnya, Nurul berhasil menyelesaikan tantangan dengan waktu 5 menit 8 detik dan memastikan diri meraih peringkat ketiga.

”Alhamdulillah, bahagia bisa dapat juara 3,” ucapnya pasca menyelesaikan tantangan tersebut.

Dalam perlombaan ini, peserta dituntut menguasai dua teknik dasar aktivitas alam bebas, yakni prusiking dan abseiling.

Prusiking merupakan teknik menaiki tali menggunakan simpul prusik sebagai pengaman dan alat bantu gerak. Sementara abseiling adalah teknik menuruni bidang vertikal dengan bantuan tali secara terkontrol.

Kedua teknik tersebut umumnya digunakan dalam kegiatan pendakian maupun penyelamatan di medan terjal. Namun pada Rope Challenge, kemampuan tersebut dikombinasikan menjadi perlombaan kecepatan dan ketepatan.

Peserta harus bergerak naik dan turun melalui tali karmantel statis yang dipasang pada konstruksi besi di arena lomba. Selain kecepatan, peserta juga dituntut menjaga ketepatan teknik dan keselamatan selama perlombaan berlangsung.

Keberhasilan meraih posisi ketiga menjadi capaian tersendiri bagi Mapala Piranha FPIK ULM sekaligus menambah daftar prestasi mahasiswa ULM pada kompetisi tingkat regional Kalimantan.

Tinggalkan Balasan

Zero ODOL 2027, ULM dan Polda Kalsel Satukan Langkah Perangi Truk Bermuatan Berlebih