Peran Vital RAPI Kalsel Diapresiasi Gubernur, Siap Perkuat Komunikasi Saat Darurat dan Bencana
Banua Tv, Banjarmasin– Peran strategis komunikasi berbasis radio kembali mendapat perhatian dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) VIII Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kalimantan Selatan yang digelar di Banjarmasin, Sabtu (18/4/2026). Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menilai keberadaan RAPI tetap relevan, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan koordinasi cepat dan akurat.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, Muhamad Muslim, saat membuka kegiatan.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur menegaskan bahwa RAPI memiliki peran penting sebagai penggerak komunikasi antarwarga yang turut mendukung berbagai kebutuhan informasi di masyarakat.
”Pemerintah berharap RAPI dapat terus memberikan kontribusi yang lebih baik, terutama dalam kondisi-kondisi tertentu yang memerlukan penanganan segera,” ujar Muslim membacakan sambutan Gubernur.
Di tengah dominasi teknologi digital, komunikasi radio dinilai tetap memiliki keunggulan, khususnya ketika terjadi gangguan jaringan atau bencana yang melumpuhkan infrastruktur komunikasi modern.
”Meskipun komunikasi digital saat ini dominan, namun dalam kondisi kedaruratan, peran RAPI tidak bisa dilepaskan. Komunikasi radio sangat membantu dalam menyebarkan informasi krisis kepada masyarakat,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan RAPI dalam membangun sistem komunikasi yang tangguh dan responsif bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Rapida 19 Kalsel, Rosehan NB, menjelaskan bahwa peran RAPI selama ini tidak terlepas dari dukungan terhadap pemerintah dalam berbagai situasi, mulai dari penanggulangan bencana hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
”Kami sangat berterima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalsel, khususnya Gubernur. Dukungan hibah yang diberikan sangat membantu operasional organisasi di setiap tingkatan,” ungkap Rosehan.
Ia menambahkan, fokus kerja RAPI mencakup penanganan bencana seperti banjir dan pencarian korban tenggelam, mitigasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah blank spot, serta dukungan komunikasi pada kegiatan keagamaan berskala besar.
Selain itu, Rosehan menekankan pentingnya legalitas organisasi di tingkat daerah agar keberadaan RAPI semakin diakui secara profesional dan mampu menjalankan fungsi pelayanan komunikasi secara optimal.
Melalui forum ini, diharapkan seluruh pengurus RAPI di Kalimantan Selatan dapat terus menjaga kedisiplinan serta memperkuat peran sebagai penyampai informasi yang akurat, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil saat kondisi darurat.


