PBBKB Direlaksasi, Harga Pertamax hingga Dexlite Turun di Kalimantan Selatan
Banua Tv,Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menerapkan relaksasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berdampak pada penurunan harga sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di wilayah Kalimantan Selatan.


Seiring perubahan kebijakan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melakukan penyesuaian harga sejumlah produk BBM nonsubsidi sebagai bentuk pelaksanaan ketentuan yang berlaku di daerah.
Beberapa produk mengalami penurunan harga, di antaranya Pertamax Turbo, Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan penyesuaian harga tersebut merupakan tindak lanjut atas perubahan kebijakan PBBKB di Kalimantan Selatan.
“Penyesuaian harga BBM nonsubsidi di Kalimantan Selatan mengikuti perubahan aturan PBBKB yang berlaku di wilayah tersebut. Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga perubahan kebijakan PBBKB dapat tercermin pada harga BBM nonsubsidi yang diterima masyarakat,” ujar Edi.
Berdasarkan penyesuaian tersebut, harga Pertamax Turbo turun dari Rp19.100 menjadi Rp18.700 per liter. Sementara Pertamax atau RON 92 turun dari Rp16.650 menjadi Rp16.300 per liter.
Untuk produk diesel nonsubsidi, harga Pertamina Dex mengalami penurunan dari Rp22.100 menjadi Rp21.650 per liter. Adapun Dexlite turun dari Rp20.550 menjadi Rp20.150 per liter.
Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi di Kalimantan Selatan
| Produk BBM | Harga Sebelumnya | Harga Terbaru |
| Pertamax Turbo | Rp19.100/liter | Rp18.700/liter |
| Pertamax (RON 92) | Rp16.650/liter | Rp16.300/liter |
| Pertamina Dex | Rp22.100/liter | Rp21.650/liter |
| Dexlite | Rp20.550/liter | Rp20.150/liter |
Edi menambahkan, penyesuaian tersebut membuat masyarakat dapat memperoleh produk BBM nonsubsidi dengan harga yang lebih ekonomis. Meski terdapat perubahan harga, Pertamina Patra Niaga tetap memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi melalui jaringan SPBU di Kalimantan Selatan.

“Kami tetap berkomitmen menjaga kualitas produk, ketersediaan pasokan, serta pelayanan kepada masyarakat. Dengan adanya penyesuaian harga ini, kami berharap manfaat dari perubahan kebijakan PBBKB dapat dirasakan secara langsung oleh konsumen,” tambahnya.
Penyesuaian harga ini menjadi dampak langsung dari kebijakan relaksasi PBBKB yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan turunnya pajak daerah tersebut, harga sejumlah produk BBM nonsubsidi juga mengalami penyesuaian sehingga masyarakat memperoleh harga yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

