Karhutla Dekati Jalur Pipa Utama, PTAM Intan Banjar Tingkatkan Pengamanan
BANUA TV, BANJARBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut mendorong PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar memperketat pengawasan jaringan distribusi air bersih. Lebih dari 45 personel kini dikerahkan secara bergiliran untuk melakukan patroli dan pemantauan titik rawan, baik siang maupun malam.


Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya, ketika sekitar 30 personel disiagakan setiap hari. Pengamanan difokuskan pada kawasan yang dilintasi jaringan pipa perusahaan, terutama Jalan Gubernur Syarkawi dan wilayah sekitarnya.
Langkah ini dilakukan karena kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik khusus. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah dipadamkan. Kondisi tersebut berpotensi mengancam jaringan pipa yang melintasi kawasan terdampak.
Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, sebelumnya mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi titik api yang mendekati jaringan perusahaan.
“Petugas kami tugaskan untuk memantau titik-titik api yang mendekati jalur pipa milik PTAM Intan Banjar,” ujarnya.
Dalam penguatan pengamanan ini, tidak hanya petugas teknis lapangan yang dilibatkan. Karyawan dari berbagai bagian hingga jajaran struktural turut masuk dalam sistem siaga dengan jadwal patroli bergantian.
Apabila ditemukan titik api yang berpotensi mengancam jaringan, petugas segera berkoordinasi dengan tim penanganan karhutla untuk melakukan pemadaman dan pembasahan.
Kewaspadaan juga diperkuat menyusul kebakaran sebelumnya yang sempat mendekati pipa distribusi utama berdiameter 500 milimeter. Saat itu, petugas PTAM bersama tim gabungan turun melakukan pemadaman dan pengamanan di lokasi.
Selain melakukan patroli, PTAM Intan Banjar turut mendukung penanganan karhutla melalui penyediaan suplai air bagi petugas pemadam. Sejumlah titik hidran juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan air selama proses penanganan kebakaran.
Pengamanan jaringan menjadi perhatian penting karena kerusakan pipa akibat karhutla berpotensi mengganggu distribusi air bersih kepada pelanggan.
Melalui peningkatan jumlah personel dan patroli secara bergiliran, PTAM Intan Banjar berupaya menekan risiko kerusakan jaringan sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat.


