Kalsel Diprakirakan Cerah hingga Hujan Ringan, BMKG Waspadai Karhutla dan Gelombang Tinggi
in , , , , ,

Kalsel Diprakirakan Cerah hingga Hujan Ringan, BMKG Waspadai Karhutla dan Gelombang Tinggi

Kalsel Diprakirakan Cerah hingga Hujan Ringan, BMKG Waspadai Karhutla dan Gelombang Tinggi

Banua Tv,Banjarmasin – Cuaca Kalimantan Selatan pada 2–8 September 2026 diprakirakan relatif cerah hingga hujan ringan. Namun, kondisi tersebut bukan berarti masyarakat dapat sepenuhnya mengabaikan risiko bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi gangguan di wilayah perairan.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin mencatat sejumlah potensi yang perlu menjadi perhatian masyarakat selama sepekan ke depan.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, melalui Prakirawan BMKG, Utari Randiana, mengatakan kondisi cuaca secara umum masih didominasi cerah hingga hujan ringan.

“Secara umum, cuaca Kalimantan Selatan dalam satu minggu ke depan diprakirakan cerah hingga hujan ringan,” kata Utari.

Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 21–36 derajat Celsius dengan kelembapan 40–95 persen. Angin umumnya bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan sekitar 5–25 kilometer per jam.

Pada 2–4 September, wilayah utara Kalsel yang mencakup Tabalong, Balangan dan Hulu Sungai Utara diprakirakan cerah hingga berawan. Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di wilayah selatan, barat dan sebagian besar wilayah lainnya.

Sementara itu, potensi hujan ringan lebih banyak diprakirakan terjadi di wilayah timur, terutama Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Memasuki 5–8 September, peluang hujan ringan diprakirakan muncul di sejumlah wilayah yang lebih luas. Wilayah tersebut antara lain Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin dan Banjarbaru.

Meski terdapat peluang hujan, BMKG tetap mengingatkan masyarakat mengenai kondisi lingkungan yang dapat mempermudah terjadinya karhutla.

Risiko tersebut menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas udara akibat meningkatnya polusi ketika kebakaran terjadi.

Perhatian tidak hanya ditujukan kepada masyarakat di daratan. Aktivitas pelayaran dan perikanan juga perlu mempertimbangkan kondisi perairan selama periode prakiraan.

BMKG memperkirakan gelombang tinggi hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Banjarmasin, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru pada 2–8 September.

Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan oleh nelayan, kapal tongkang dan kapal ferry yang beraktivitas di wilayah perairan tersebut.

Selain gelombang, pasang air laut juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan.

Di Perairan Kotabaru, pasang maksimum diprakirakan terjadi pada 2–3 September sekitar pukul 20.00–22.00 WITA dengan ketinggian mencapai 2,6 meter.

Sementara di Perairan Muara Sungai Barito, pasang maksimum diprakirakan berlangsung pada 6–8 September sekitar pukul 01.00–05.00 WITA dengan ketinggian maksimum mencapai 2,7 meter.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan pesisir dan perairan perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi laut.

Di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi mendukung terjadinya karhutla, BMKG mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Utari meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

Ketika kabut asap muncul, masyarakat juga diminta menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan polusi udara.

Pengendara diminta lebih berhati-hati apabila jarak pandang menurun akibat kabut asap. Kecepatan kendaraan perlu dikurangi agar risiko kecelakaan dapat ditekan.

Di sisi lain, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak hanya bersiap menghadapi kondisi kering, tetapi juga memanfaatkan peluang hujan yang ada untuk mengantisipasi kebutuhan air.

“Selain itu, masyarakat diimbau menggalakkan gerakan memanen air saat hujan, bijak dalam menggunakan air, serta terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG,” katanya.

Dengan kondisi cuaca yang berubah antardaerah, masyarakat di Kalsel diharapkan tidak hanya mengandalkan prakiraan umum. Informasi cuaca dan peringatan dini perlu dipantau secara berkala, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, pengguna jalan, nelayan serta pelaku transportasi laut.

Tinggalkan Balasan

Kalsel Jadi Sorotan Seskoau, Ketahanan Energi Dinilai Kunci Hadapi Ancaman Global

Sebelum Dikonsumsi, Mutu Produk Perikanan Kalsel Diuji di Laboratorium Terakreditasi