Inflow Sungai Terhenti 40 Hari, PLTA Riam Kanan Hemat Air hingga Musim Hujan
in , , , ,

Inflow Sungai Terhenti 40 Hari, PLTA Riam Kanan Hemat Air hingga Musim Hujan

Inflow Sungai Terhenti 40 Hari, PLTA Riam Kanan Hemat Air hingga Musim Hujan

Banua Tv.Banjar – Cadangan air Bendungan Riam Kanan terus dijaga di tengah ancaman kemarau panjang yang melanda Kalimantan Selatan. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir PM Noor Riam Kanan bahkan telah mengurangi operasional pembangkit sejak awal Juli 2026 untuk menghemat ketersediaan air.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kebijakan tersebut dilakukan setelah aliran air yang masuk ke waduk atau inflow dari sungai tercatat minim akibat tidak adanya hujan dalam waktu cukup lama. Kondisi ini membuat pengelola harus mengatur penggunaan cadangan air secara cermat agar pasokan tetap tersedia hingga musim penghujan.

Manager PLTAD Gunung Bamega, Reza Permana, mengatakan aliran air masuk ke Riam Kanan telah terhenti selama lebih dari 40 hari.

“Sejak awal Juli kami sudah melakukan penghematan, dari yang sebelumnya mengoperasikan dua unit menjadi satu unit. Kami mengoptimalkan cadangan air agar tetap bertahan sampai minggu kedua November hingga awal Desember mendatang,” ujarnya.

Penghematan dilakukan dengan mengoperasikan satu unit pembangkit dari sebelumnya dua unit. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengelola untuk mempertahankan cadangan air selama periode kemarau yang masih berlangsung.

Meski pengeluaran air atau outflow PLTA mengalami penurunan hingga kisaran 12–13 meter kubik per detik, kondisi tersebut disebut masih mampu memenuhi kebutuhan dasar air baku untuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) masyarakat.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), kebutuhan dasar air baku masyarakat berada pada kisaran 8–9 meter kubik per detik. Sementara itu, outflow PLTA tetap dijaga sekitar 12–13 meter kubik per detik selama 24 jam.

“Untuk kebutuhan air baku SPAM, outflow kita masih di atas kebutuhan harian. Jadi pasokan air dari penyumbatan tidak ada pengurangan yang mengganggu kebutuhan pokok masyarakat,” jelasnya.

Reza juga menanggapi isu mengenai pengeringan saluran irigasi yang beredar di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengaturan pengeringan saluran irigasi bukan kewenangan PLTA, melainkan berada di bawah otoritas BWS.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus mendorong masyarakat mendapatkan informasi dari sumber resmi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh isu hoaks dan selalu mengacu pada imbauan resmi dari pihak PLTA maupun BWS,” pungkasnya.

Di tengah kondisi kemarau, pengelolaan cadangan air Riam Kanan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan berbagai kebutuhan, termasuk operasional pembangkit dan pasokan air baku masyarakat.

Dengan strategi penghematan yang telah dilakukan sejak Juli, PLTA berharap cadangan air dapat dipertahankan hingga periode musim penghujan kembali tiba.

Tinggalkan Balasan

13 Bangunan di Bahu Jalan Sungai Kitano Masuk Penataan, Satpol PP Kedepankan Sosialisasi

Bantah Tuduhan Bakar Lahan, PT Palmina Utama Tawarkan Rp5 Juta untuk Ungkap Pelaku