Guru Kalsel Didorong Kuasai AI, BTIKP Jadikan Lomba Inovasi sebagai Motor Transformasi Pembelajaran
in , , ,

Guru Kalsel Didorong Kuasai AI, BTIKP Jadikan Lomba Inovasi sebagai Motor Transformasi Pembelajaran

Guru Kalsel Didorong Kuasai AI, BTIKP Jadikan Lomba Inovasi sebagai Motor Transformasi Pembelajaran

Banua Tv,Banjarmasin – Transformasi pembelajaran berbasis teknologi di Kalimantan Selatan terus didorong melalui penyelenggaraan Lomba Karya Inovatif (LKI) yang digelar UPTD Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (BTIKP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan. Kompetisi ini menjadi ruang bagi guru untuk menghadirkan metode belajar yang lebih kreatif, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).

~ Advertisements ~

Kompetisi yang berlangsung pada 8–10 Juli 2026 di Hotel Arya Barito, Banjarmasin, diikuti 100 guru jenjang SMA dan SMK yang lolos seleksi dari total 125 karya yang masuk. Para peserta merupakan perwakilan dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Melalui kompetisi ini, guru didorong memanfaatkan fasilitas smart board dan papan interaktif yang tersedia di sekolah untuk menghasilkan media pembelajaran digital yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.

Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, melalui Kepala BTIKP Kalimantan Selatan, Sofyan Feriadi, mengatakan LKI menjadi langkah nyata untuk memperkuat budaya inovasi di kalangan pendidik.

“Lomba Karya Inovatif ini bertujuan mengumpulkan karya-karya inovasi dari guru-guru se-Kalimantan Selatan. Kami berharap pembelajaran di sekolah dapat berlangsung lebih interaktif dan mampu meningkatkan minat belajar siswa,” ujar Sofyan di Banjarmasin, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence menjadi salah satu fokus utama dalam kompetisi tahun ini. Sejumlah peserta mengembangkan media pembelajaran berbentuk permainan edukatif berbasis AI sehingga proses belajar menjadi lebih menarik sekaligus aplikatif bagi peserta didik.

“Dengan memanfaatkan teknologi AI dan mengembangkannya menjadi game edukasi, siswa dapat belajar sekaligus mempraktikkan materi yang diberikan. Harapannya, pembelajaran memiliki daya tarik tersendiri bagi para siswa,” katanya.

Sementara itu, Dewan Juri LKI BTIKP Kalimantan Selatan, Arie Nursandi, menjelaskan seluruh karya dinilai berdasarkan kesesuaian materi dengan RPP, kualitas desain, antarmuka pengguna (UI), tipografi, tata letak, hingga kreativitas dalam menyusun materi dan kuis pembelajaran.

Dari hasil seleksi, akan dipilih 10 karya terbaik sebelum ditetapkan enam pemenang yang terdiri atas Juara I, II, III serta Juara Favorit I, II, dan III. Para pemenang akan memperoleh trofi, piagam penghargaan, dan uang pembinaan, sedangkan peserta yang masuk 10 besar juga mendapatkan penghargaan atas inovasi yang dihasilkan.

Arie berharap Lomba Karya Inovatif tidak berhenti sebagai kegiatan perdana, tetapi berkembang menjadi agenda tahunan yang menjangkau lebih banyak jenjang pendidikan.

“Mudah-mudahan pada kesempatan berikutnya kami kembali diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan Lomba Karya Inovatif yang kedua. Ke depan, tema yang diangkat akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan Kalimantan Selatan,” tutup Arie.

Tinggalkan Balasan

BRIDA Kalsel Dorong Budaya Riset dan Inovasi Lewat Dua Ajang Bergengsi

Kadal Terbang Endemik Perkuat Nilai Keanekaragaman Hayati Geopark Meratus