Bukan Sekadar Lomba, BDC Run Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Masyarakat
Banua Tv,Banjarbaru – Kesibukan pekerjaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk meninggalkan aktivitas fisik. Pesan tersebut menjadi salah satu semangat yang dibawa dalam BDC Run Series 4 2026 Kalimantan Selatan yang diikuti ratusan pelari di kawasan Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Minggu (30/8/2026) pagi.


Kegiatan lari yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Banua Duathlon Challenge (BDC) 2026.
Lebih dari sekadar kompetisi, BDC Run menjadi ruang untuk memperkenalkan olahraga sebagai bagian dari rutinitas masyarakat. Para peserta diajak menjaga kebugaran sekaligus menikmati aktivitas olahraga bersama komunitas.
Pengibaran bendera start dilakukan Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz, didampingi Kabid Pembudayaan Olahraga Muhammad Anugrah dan Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan Budiono.

Para pelari menempuh jarak 10 kilometer dengan rute yang berada di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Peserta tidak hanya berasal dari wilayah Kalimantan Selatan. Sejumlah pelari dari luar daerah, termasuk Jakarta, turut ambil bagian. Kegiatan juga diramaikan dengan senam bersama yang melibatkan komunitas olahraga.
Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz melihat tingginya partisipasi tersebut sebagai gambaran semakin besarnya minat masyarakat terhadap olahraga lari.
“Tadi kita ikuti bersama kegiatan running BDC, juga diikuti dengan senam oleh teman-teman dari komunitas. Pesertanya cukup banyak, dari kabupaten/kota bahkan ada yang dari Jakarta,” ujar Pebriadin.

Menurutnya, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga perlu terus didukung dengan menghadirkan ruang dan kegiatan yang mudah diakses.
Hal tersebut penting karena sebagian masyarakat, khususnya pekerja, memiliki waktu yang terbatas akibat aktivitas sehari-hari.
“Kita berharap memang ini adalah upaya kita untuk membudayakan olahraga. Karena kita tahu bersama, jadwal kerja teman-teman, baik di pemerintahan maupun sektor swasta, cukup padat,” katanya.
Karena itu, Pebriadin mendorong agar kegiatan olahraga masyarakat tidak hanya terpusat pada momentum tertentu. Berbagai kegiatan olahraga diharapkan dapat terus digelar dengan konsep yang menarik sehingga mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kita berharap ke depan bisa kita buat kegiatan-kegiatan olahraga yang lebih banyak lagi. Olahraga tidak hanya semata-mata dilakukan di akhir pekan, tetapi bisa dilakukan di sela-sela aktivitas,” tuturnya.
Menurutnya, membudayakan olahraga membutuhkan perubahan kebiasaan. Masyarakat tidak harus menunggu hari libur untuk beraktivitas fisik, tetapi dapat memanfaatkan waktu yang tersedia di sela kesibukan.
Melalui kegiatan seperti BDC Run, pemerintah daerah juga memiliki ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan komunitas olahraga. Interaksi tersebut diharapkan dapat membuat aktivitas olahraga terasa lebih menyenangkan dan berkelanjutan.

Namun, di tengah semangat mengembangkan olahraga masyarakat, kondisi kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian.
Pebriadin berharap dampak kabut asap segera berakhir sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan berbagai aktivitas di luar ruangan dengan lebih nyaman dan aman.
“Semoga dampak dari kebakaran hutan ini cepat berakhir, sehingga kegiatan-kegiatan masyarakat bisa dilakukan lebih efektif lagi ke depan,” pungkasnya.
BDC Run 2026 pun menjadi gambaran bahwa olahraga dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bukan hanya mengejar catatan waktu atau garis finis, kegiatan tersebut membawa pesan agar masyarakat tetap menyisihkan waktu untuk menjaga kebugaran di tengah padatnya aktivitas.


