Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen, Kanwil DJPb Optimistis Momentum Berlanjut
in , ,

Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen, Kanwil DJPb Optimistis Momentum Berlanjut

Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,67 Persen, Kanwil DJPb Optimistis Momentum Berlanjut

Banua Tv,Banjarmasin – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan kondisi ekonomi dan fiskal Kalimantan Selatan hingga Mei 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif. Pertumbuhan ekonomi yang tercipta pada Triwulan I 2026 dinilai mampu dipertahankan di tengah dinamika perekonomian nasional.

~ Advertisements ~

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, mengatakan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan I 2026 mencapai 5,67 persen secara tahunan (year on year).

Dari sisi fiskal, realisasi Belanja Negara hingga 31 Mei 2026 telah mencapai Rp11,92 triliun atau 39,79 persen dari total pagu anggaran. Penyaluran terbesar masih berasal dari Transfer ke Daerah (TKD) yang telah terealisasi sebesar Rp8,33 triliun.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan APBN di Kalimantan Selatan terus berjalan dengan baik. Penyaluran belanja negara yang semakin efektif diharapkan mampu menjaga aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat pembangunan di daerah,” ujar Catur, Selasa (30/6/2026).

Selain itu, konsolidasi kinerja APBD Kalimantan Selatan hingga Mei 2026 juga mencatatkan surplus sebesar Rp984,86 miliar. Kondisi tersebut menunjukkan ruang fiskal daerah masih cukup sehat untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Di sektor perdagangan luar negeri, Kalimantan Selatan kembali membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 922,44 juta dolar Amerika Serikat pada Mei 2026. Nilai tersebut meningkat 6,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan naik 14,45 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kinerja tersebut didukung oleh meningkatnya nilai ekspor yang mencapai 1,108 miliar dolar Amerika Serikat atau tumbuh 7,7 persen secara tahunan. Komoditas batu bara masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap total ekspor Kalimantan Selatan.

Sementara itu, nilai impor tercatat sebesar 186,12 juta dolar Amerika Serikat, meningkat 16,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dipengaruhi kenaikan impor minyak petroleum.

Di sisi lain, inflasi Kalimantan Selatan pada Mei 2026 tercatat 4,22 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,08 persen, sedangkan inflasi bulanan berada di angka 0,20 persen.

Catur menjelaskan inflasi tahunan dipengaruhi kenaikan harga emas perhiasan, beras, minyak goreng, ikan nila, dan sigaret kretek mesin. Adapun secara bulanan, kenaikan harga terutama berasal dari beras, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, ikan patin, dan emas perhiasan.

Meski demikian, tekanan inflasi berhasil ditekan melalui penurunan harga sejumlah komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, ikan gabus, ikan nila, dan udang basah.

Untuk menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi melalui berbagai program. Hingga Mei 2026, telah dilaksanakan 355 kali operasi pasar dan gerakan pasar murah, serta penyaluran 5,47 ribu ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Selain itu, pemerintah juga menjalankan berbagai program strategis, di antaranya panen raya jagung serentak di Kabupaten Tanah Laut, program cetak sawah seluas 30 ribu hektare, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Kotabaru, serta pelaksanaan High Level Meeting TPID Kota Banjarbaru sebagai persiapan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional dan menuju Kota Penghitung Inflasi pada 2028.

Catur menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi terkendali, serta kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan semakin meningkat.

Tinggalkan Balasan

Pemkab Banjar Lantik 64 Pejabat, Seluruh Kecamatan Kini Dipimpin Camat Definitif

Belanja Pemerintah Pusat Tumbuh 40,47 Persen, Kinerja Fiskal Kalsel Tetap Positif