114 Pebiliar Adu Kemampuan di Kejurprov Kalsel, POBSI Bidik Komposisi Terbaik Menuju Pra-PON 2027
Banua Tv,Banjarmasin – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Biliar Kalimantan Selatan 2026 menjadi salah satu tahapan penting bagi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kalsel dalam mematangkan persiapan menghadapi Pra-PON 2027. Sebanyak 114 pebiliar dari berbagai daerah dijadwalkan bersaing selama empat hari di Stars Billiard, Banjarmasin, mulai 5 hingga 8 November 2026.
Selain memperebutkan gelar juara tingkat provinsi, kejuaraan ini dimanfaatkan untuk memantau kemampuan atlet sekaligus menjaring pemain potensial yang akan dipersiapkan memperkuat tim Banua pada babak kualifikasi PON mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana, Andi Rizky Indrawan, menyebutkan peserta berasal dari kategori putra dan putri. Namun, masih ada dua daerah yang belum mengirimkan perwakilan, yakni Kabupaten Barito Kuala dan Hulu Sungai Selatan, karena kepengurusan organisasi di daerah tersebut sedang demisioner.
“Total peserta ada 114, terdiri dari 74 pria dan 42 atlet putri,” ungkapnya.
Kejurprov tahun ini mempertandingkan 11 nomor. Kategori putra meliputi bola 9 single, bola 10 single, bola 9 double, bola 10 double, serta 15 single dan 15 double. Sementara kategori putri mempertandingkan bola 9 single, bola 10 single, bola 10 double, serta double mix bola 10 dan bola 9.
Persaingan juga melibatkan sejumlah pebiliar berpengalaman yang pernah meraih medali PON, di antaranya Nurhidayatullah dan Jendy Apriadana. Mayoritas atlet yang selama ini masuk dalam persiapan menuju Pra-PON turut ambil bagian untuk menguji kemampuan dalam kompetisi tersebut.
Ketua Umum POBSI Kalsel, H Mustohir Arifin, menegaskan hasil Kejurprov akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan komposisi atlet menuju Pra-PON 2027. Ia secara khusus menyoroti perkembangan kategori putri yang dinilai mulai menunjukkan peningkatan.
“Biliar putri kita sudah mulai berkembang signifikan. Dari kejuaraan ini nanti kita akan panggil peraih-peraih medali di nomor putri untuk kita lakukan seleksi lagi menuju Pra-PON 2027,” ujar pria yang akrab disapa Haji Imus tersebut.
Untuk meningkatkan kesiapan atlet, POBSI Kalsel juga merencanakan pemusatan latihan atau training camp di sejumlah provinsi lain. Program tersebut disiapkan bagi atlet berprestasi, termasuk pebiliar yang pernah meraih medali PON, sebagai upaya meningkatkan kualitas permainan dan kesiapan menghadapi persaingan.
POBSI Kalsel memperkirakan sekitar 15 hingga 20 pemain akan dipersiapkan untuk mengisi berbagai nomor pertandingan. Komposisi tersebut masih terbuka bagi atlet baru yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya selama proses penjaringan.
“Tidak menutup kemungkinan ada pebiliar wajah baru di nomor masing-masing, karena di semua nomor kita sudah mempersiapkan sekitar 15 sampai 20 orang,” jelasnya.
Dukungan terhadap pembinaan tersebut juga disampaikan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kalsel, Heru Susmianto. Menurutnya, Kejurprov merupakan bagian dari pembinaan olahraga prestasi berjenjang sekaligus kesempatan mengevaluasi hasil pembinaan atlet di kabupaten/kota.
“Kejuaraan level provinsi ini sebagai salah satu syarat untuk bisa mengikuti event multi event, juga untuk mengevaluasi atlet-atlet potensial masing-masing kabupaten/kota agar bisa diandalkan menjadi atlet provinsi. Atlet-atlet yang juara di Kejurprov ini bisa menjadi atlet unggulan Kalimantan Selatan untuk level yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya.
Melalui kejuaraan ini, POBSI Kalsel berharap dapat memperoleh gambaran kemampuan para pebiliar sebelum memasuki tahapan persiapan berikutnya. Target akhirnya, atlet terbaik Banua mampu bersaing dan mengamankan tiket menuju PON melalui Pra-PON 2027.


