ULM Dipercaya Kelola Beasiswa Sawit Nasional, Jadi Satu-satunya PTN di Kalimantan
Banua Tv, – Universitas Lambung Mangkurat kembali mencatat capaian strategis di tingkat nasionalΒ

Pada 2026, ULM menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kalimantan yang dipercaya sebagai penyelenggara program pendidikan sarjana (S1) bagi penerima beasiswa pengembangan sumber daya manusia (SDM) perkebunan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Kepercayaan tersebut menjadi kelanjutan dari program serupa yang telah dijalankan ULM pada 2025 dengan kuota 29 mahasiswa. Tahun ini, jumlah kuota meningkat signifikan menjadi 60 mahasiswa untuk Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian ULM.
Peningkatan kuota tersebut dinilai menjadi bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kualitas dan kapasitas ULM dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan sektor strategis nasional.
Dalam program ini, ULM akan membuka kelas khusus dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kompetensi bidang perkebunan kelapa sawit. Kurikulum yang diterapkan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang diterbitkan Menteri Ketenagakerjaan RI untuk sektor perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.
Selain pembelajaran akademik, program ini juga dilengkapi dengan kegiatan magang di industri perkebunan guna memperkuat kompetensi praktis mahasiswa.
Lulusan program tersebut diproyeksikan dapat langsung terserap di sektor industri perkebunan kelapa sawit nasional yang menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia.
Seluruh biaya pendidikan peserta program ditanggung penuh oleh BPDP, mulai dari biaya hidup, Uang Kuliah Tunggal (UKT), buku, seragam, pembinaan mental dan fisik, transportasi, sertifikasi profesi, tugas akhir, wisuda, hingga asuransi.
Untuk pelaksanaan program tahun 2026, ULM saat ini masih menunggu jadwal penandatanganan kontrak kerja sama dengan BPDP.
Mahasiswa penerima program nantinya akan berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan diseleksi secara ketat oleh Kementerian Pertanian.
Tingginya minat masyarakat terhadap program ini terlihat dari rasio pendaftar pada tahun sebelumnya yang mencapai 3:1 dibanding kuota yang tersedia.
Dekan Fakultas Pertanian ULM, Akhmad R Saidy, menyebut tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut.
“Tahun lalu saja proporsinya 3:1, menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat, peminat program ini berasal dari berbagai pulau di luar Kalimantan seperti sumatera dan Jawa. Ini adalah peluang besar bagi putra-putri terbaik bangsa yang ingin belajar dan berkontribusi di sektor perkebunan nasional,” ujarnya.

