Transformasi Kebijakan Kebudayaan: Dari Pendekatan Eksklusif Menuju Pemberdayaan Akar Rumput
in , , , ,

Transformasi Kebijakan Kebudayaan: Dari Pendekatan Eksklusif Menuju Pemberdayaan Akar Rumput

Transformasi Kebijakan Kebudayaan: Dari Pendekatan Eksklusif Menuju Pemberdayaan Akar Rumput

Banua Tv,Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel terus mendorong transformasi dalam pengelolaan sektor kebudayaan dengan mengubah pendekatan yang semula bersifat eksklusif menjadi lebih inklusif. Kebijakan tersebut diarahkan agar aktivitas kebudayaan dapat tumbuh, berkembang, dan mandiri dari tingkat komunitas atau akar rumput.

~ Advertisements ~

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan Eddy Suwarto menjelaskan, pemerintah kini lebih berperan sebagai fasilitator dibandingkan penyelenggara utama berbagai kegiatan kebudayaan.

“Pada prinsipnya, acara-acara seperti ini memang harus berjalan secara inklusif. Kalau dulu lebih bersifat eksklusif karena seluruh pembiayaan berasal dari pemerintah. Sekarang mereka mulai mandiri. Kita arahkan agar tumbuh dari grassroots, sehingga pemerintah hadir untuk memfasilitasi pada tahap akhirnya,” ujar Eddy di Banjarmasin, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, perubahan paradigma tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan, sehingga pelestarian budaya tidak lagi bergantung sepenuhnya pada dukungan pemerintah.

Selain memperkuat komunitas budaya, Disdikbud Kalsel juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda sebagai agen pelestari warisan budaya. Pemerintah berupaya menanamkan nilai-nilai budaya sejak usia dini agar anak-anak mampu mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal.

“Anak-anak saat ini merupakan agen warisan budaya. Pemerintah hadir untuk membentuk mereka agar mampu membawa pesan-pesan kebudayaan lokal sehingga budaya Banjar dapat terus berkembang sejak usia dini,” jelasnya.

Dalam implementasinya, Disdikbud Kalsel telah menyiapkan sejumlah peta jalan (roadmap) percepatan pembangunan indeks kebudayaan daerah. Program tersebut meliputi peningkatan tipologi museum, penyusunan ensiklopedia kebudayaan berbasis spasial yang akan didistribusikan ke sekolah-sekolah, hingga pembentukan ekosistem seni melalui program Seniman Masuk Sekolah.

Program tersebut juga akan disinergikan dengan kebijakan nasional mengenai manajemen talenta guna memperkuat pembinaan generasi muda yang memiliki minat dan potensi di bidang seni dan budaya.

Melalui transformasi kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap kebudayaan Banjar semakin berkembang secara mandiri, berkelanjutan, dan mampu menjadi identitas yang terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Pemkab Banjar Buka Festival Gateball se-Kalsel Piala Ketua KORMI 2026

Muhammad Fatih dan Misha Adeeva Dinobatkan sebagai Nanang Galuh Cilik Kalsel 2026