Muhammad Fatih dan Misha Adeeva Dinobatkan sebagai Nanang Galuh Cilik Kalsel 2026
in , , , ,

Muhammad Fatih dan Misha Adeeva Dinobatkan sebagai Nanang Galuh Cilik Kalsel 2026

Muhammad Fatih dan Misha Adeeva Dinobatkan sebagai Nanang Galuh Cilik Kalsel 2026

Banua Tv,Banjarmasin – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Kebudayaan kembali menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya Banua melalui penyelenggaraan Grand Final Pemilihan Nanang Galuh (Naga) Cilik Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang berlangsung meriah di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (2/8/2026).

~ Advertisements ~

Kegiatan yang mendapat dukungan penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Selatan Dinansyah mewakili Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Tenaga Ahli Gubernur Kalsel Afrizaldi, jajaran Disdikbud Kalsel, dewan juri, perwakilan TP PKK, BKOW, serta orang tua para finalis.

Sebanyak 40 finalis dari 11 kabupaten/kota mengikuti babak puncak pemilihan setelah melalui proses seleksi di daerah masing-masing.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Muhammad Fatih Anwari dari Kabupaten Banjar dinobatkan sebagai Nanang Cilik Kalimantan Selatan 2026, sedangkan gelar Galuh Cilik Kalimantan Selatan 2026 diraih Misha Adeeva Azzahra dari Kabupaten Tabalong.

Juara II diraih Raffa Akbar dari Kota Banjarmasin sebagai Nanang Cilik dan Noor Fathiya Hanifa dari Kabupaten Tapin sebagai Galuh Cilik. Sementara Juara III diraih Genta Pateh dari Kabupaten Tabalong sebagai Nanang Cilik dan Moza Irfa Aisyana Kamila dari Kota Banjarmasin sebagai Galuh Cilik.

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Dinansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis beserta orang tua yang telah mendampingi anak-anak selama mengikuti proses seleksi.

“Hari ini kita menyaksikan 40 finalis dari 11 kabupaten dan kota yang telah melewati berbagai tahapan penilaian. Saya berharap tahun depan seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dapat mengirimkan wakilnya sehingga ajang ini benar-benar menjadi cerminan budaya Banua secara utuh,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta tampil percaya diri, bangga terhadap daerah asal, serta menggunakan bahasa Banjar dengan baik sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya daerah.

“Tampillah dengan percaya diri dan gembira. Sebut nama daerah masing-masing dengan bangga, gunakan bahasa Banjar dengan fasih, dan jangan takut keliru. Juri tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga sikap, kesopanan, dan pengetahuan tentang budaya Banua,” katanya.

Dinansyah turut mengingatkan seluruh finalis agar menerima hasil penilaian dengan lapang dada serta terus membiasakan pelestarian budaya dimulai dari lingkungan keluarga.

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Juri Kehormatan, Afrizaldi, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Pemilihan Nanang Galuh Cilik sebagai upaya menyiapkan generasi penerus pelestari budaya daerah.

“Kita berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar kekayaan budaya Banua semakin dikenal dan dicintai, khususnya oleh anak-anak sejak usia dini,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan Eddy Suwarto menegaskan bahwa pemilihan Nanang Galuh Cilik bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus penanaman kecintaan terhadap budaya lokal.

“Hari ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi Nanang Galuh Cilik. Ini adalah tentang keberanian anak-anak untuk tampil, belajar, mengenal budayanya, dan dengan bangga mengatakan bahwa mereka adalah anak Banua Kalimantan Selatan,” ungkap Eddy.

Menurutnya, Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari adat istiadat, bahasa daerah, kesenian, pakaian adat, permainan tradisional, kuliner, hingga cagar budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Budaya tidak akan hidup hanya karena disimpan. Budaya akan tetap hidup ketika generasi mudanya mengenal, mencintai, dan meneruskannya. Karena itu, kehadiran Nanang Galuh Cilik hari ini sangat berarti. Mereka bukan sekadar peserta, tetapi bagian dari masa depan kebudayaan Banua,” pungkasnya.

Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap lahir generasi muda yang percaya diri, berprestasi, berkarakter, serta mampu menjadi duta pelestarian budaya Banua hingga tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Transformasi Kebijakan Kebudayaan: Dari Pendekatan Eksklusif Menuju Pemberdayaan Akar Rumput

Semarak HUT ke-13, RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Kompetensi Dokter Gigi Lewat Pelatihan Laser