TP PKK dan Dekranasda Kalsel Perkuat Pelestarian Kebaya dan Sasirangan Lewat Seminar Hari Kebaya Nasional
in , , , ,

TP PKK dan Dekranasda Kalsel Perkuat Pelestarian Kebaya dan Sasirangan Lewat Seminar Hari Kebaya Nasional

TP PKK dan Dekranasda Kalsel Perkuat Pelestarian Kebaya dan Sasirangan Lewat Seminar Hari Kebaya Nasional

Banua Tv,Banjarmasin – Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Seminar Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 sebagai upaya melestarikan kebaya sebagai warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

~ Advertisements ~

Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan tersebut menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga eksistensi kebaya sekaligus memperkuat penggunaan wastra khas Banua, yakni kain sasirangan, sebagai identitas budaya daerah.

Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin, mengatakan peringatan Hari Kebaya Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengrajin lokal.

“Alhamdulillah, hari ini TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan bersama Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi memperingati Hari Kebaya Nasional yang ketiga. Mudah-mudahan ke depan para pengrajin UMKM kita semakin meningkat penghasilannya, sekaligus kita bisa terus merangkul para pengrajin yang berada di daerah masing-masing,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa (21/7/2026).

Menurut Fathul Jannah, sinergi antara TP PKK dan Dekranasda diharapkan mampu memperluas promosi produk kerajinan lokal yang dipadukan dengan kebaya sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

Ia juga menilai seminar tersebut menjadi media edukasi yang efektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia, khususnya kebaya yang dipadukan dengan kain sasirangan sebagai identitas khas Kalimantan Selatan.

“Semoga melalui Hari Kebaya ini kita dapat terus melestarikan dan mengedukasi anak-anak remaja agar lebih mencintai kebudayaan kita melalui pakaian kebaya nasional, khususnya kebaya yang dipadukan dengan wastra sasirangan sebagai identitas Kalimantan Selatan,” katanya.

Sementara itu, narasumber seminar dari Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan, Kathrin Ambarsaei, memaparkan tren kebaya tahun 2026–2027 yang tetap mengedepankan pelestarian budaya sekaligus kreativitas dalam pengembangan desain.

Kathrin menjelaskan bahwa kain sasirangan telah memperoleh perlindungan hukum melalui hak kekayaan intelektual (HKI), sehingga memiliki kepastian sebagai salah satu kekayaan budaya khas Kalimantan Selatan yang wajib dijaga dan dilestarikan.

“Untuk perlindungan sasirangan di Kalimantan Selatan, Alhamdulillah sudah memiliki perlindungan hukum melalui hak kekayaan intelektual. Dengan demikian, sasirangan memiliki kepastian hukum sebagai kekayaan budaya daerah yang harus terus dijaga,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi semangat para pengrajin sasirangan yang terus berinovasi melalui pengembangan motif dan desain agar tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.

Menurut Kathrin, dukungan TP PKK dan Dekranasda menjadi motivasi penting bagi para pengrajin untuk terus berkarya sehingga kebaya dan sasirangan semakin diminati masyarakat, termasuk generasi muda.

Melalui seminar tersebut, TP PKK dan Dekranasda Provinsi Kalimantan Selatan berharap kebaya dan sasirangan tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif yang meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan pelaku UMKM di Banua.

Tinggalkan Balasan

Museum Wasaka Kenalkan Sejarah Revolusi Fisik Kalsel Lewat Lomba Mading 3D

Dispora Kalsel Siapkan Lomba Kreativitas Pemuda Sambut Hari Jadi Kalsel dan HUT RI