Tangkal Hoaks dan Provokasi, Kesbangpol Kalsel Perkuat Kolaborasi dengan Media
Banua Tv,Banjarbaru – Penyebaran hoaks dan informasi provokatif menjadi perhatian Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga stabilitas sosial. Untuk mengantisipasi dampaknya, Kesbangpol memperkuat sinergi pemerintah, media, dan masyarakat melalui penguatan kewaspadaan terhadap informasi yang berpotensi memicu keresahan dan konflik.


Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Penguatan Kewaspadaan Media terhadap Penyebaran Hoaks, Disinformasi, Isu Provokatif, dan Informasi yang Berpotensi Mengganggu Stabilitas Sosial, yang dirangkai dengan Sosialisasi Pengukuran Indeks Kewaspadaan Nasional Tahun 2026 di Banjarbaru, Kamis (15/10/2026).
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalimantan Selatan, Ferdi Yospi Libia Erwinda, mengatakan perkembangan teknologi informasi membuat informasi semakin cepat menyebar dan mudah menjangkau masyarakat. Di satu sisi, kondisi ini mendukung penyebaran informasi pembangunan dan pendidikan politik. Namun, di sisi lain, arus informasi yang tidak terkendali juga membuka ruang bagi hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang berpotensi memicu konflik sosial.
“Informasi yang tidak benar apabila disebarluaskan secara masif dapat menimbulkan keresahan, memperuncing perbedaan, menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, bahkan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Ferdi menekankan pentingnya profesionalisme, independensi, akurasi, dan etika jurnalistik dalam setiap pemberitaan. Informasi yang berkaitan dengan isu sensitif, konflik sosial, maupun suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) harus melalui proses verifikasi dan konfirmasi sebelum dipublikasikan.
Ia menegaskan, penguatan kewaspadaan media tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan pers. Sebaliknya, langkah tersebut diperlukan untuk membangun ekosistem informasi yang sehat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Media juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam meluruskan informasi keliru, meredam isu provokatif, serta memperkuat persatuan dan semangat kebangsaan. Dengan informasi yang akurat, masyarakat diharapkan dapat memahami persoalan secara lebih utuh dan tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Selain membahas kewaspadaan media, kegiatan tersebut juga menyosialisasikan Pengukuran Indeks Kewaspadaan Nasional Tahun 2026. Pengukuran ini bertujuan memperoleh gambaran mengenai kondisi kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang dapat memengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurut Ferdi, hasil pengukuran tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi, sarana pemetaan kondisi kewaspadaan, sekaligus dasar penyusunan kebijakan strategis. Untuk menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan, pelaksanaannya perlu didukung pemahaman metodologi yang sama, validitas dan objektivitas data, koordinasi lintas sektor, serta tindak lanjut yang jelas.
Pengukuran tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, unsur intelijen, akademisi, media, hingga masyarakat.
Dalam hal ini, Kesbangpol Kalsel berperan memperkuat koordinasi, fasilitasi, dan pemantauan untuk meningkatkan kewaspadaan dini. Langkah tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi potensi gangguan sejak awal agar dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Ferdi berharap kegiatan ini memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kualitas informasi publik sekaligus memelihara stabilitas daerah. Kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan data yang akurat dinilai penting untuk mendukung kebijakan yang tepat serta menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.
“Mari kita jadikan media sebagai ruang penyebaran informasi yang sehat, bukan ruang penyebaran kebencian dan provokasi. Mari kita jadikan data sebagai dasar kebijakan, bukan sekadar angka dalam laporan, serta menjadikan kolaborasi sebagai kekuatan utama untuk menjaga Kalimantan Selatan tetap aman, damai, harmonis, dan kondusif,” ajaknya.

