Talenta Muda Bermunculan, Persaingan Triathlon Kalsel Mulai Merata
in , , ,

Talenta Muda Bermunculan, Persaingan Triathlon Kalsel Mulai Merata

Talenta Muda Bermunculan, Persaingan Triathlon Kalsel Mulai Merata

Banua Tv,Banjarbaru – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Triathlon Kalimantan Selatan 2026 tidak hanya menghasilkan daftar juara. Ajang yang berlangsung di Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Sabtu (29/8/2026), tersebut juga memperlihatkan mulai munculnya atlet muda dari berbagai daerah.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel menjadikan Kejurprov 2026 sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berjenjang. Kompetisi dibuka untuk sejumlah kelompok usia, mulai kategori Kids, Youth hingga Junior.

Ketua FTI Kalimantan Selatan, Budiono, mengatakan keikutsertaan atlet dari berbagai kelompok usia menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Kejurprov tahun ini.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan baik. Tahun ini kita mencoba menggali potensi dari anak usia dini, mulai kelas Kids, Youth sampai Junior. Animo masyarakat terhadap olahraga triathlon di Kalimantan Selatan juga luar biasa,” ujar Budiono, Selasa (1/9/2026).

Selain kelompok usia, perkembangan menarik terlihat dari semakin banyaknya kabupaten/kota yang mengirimkan atlet. Daerah seperti Tabalong, Kotabaru, Barito Kuala dan Balangan yang sebelumnya belum rutin berpartisipasi kini mulai tampil dalam kompetisi.

Kondisi tersebut membuat persaingan tidak lagi hanya bertumpu pada daerah yang selama ini menjadi pusat pembinaan triathlon, yakni Banjarmasin dan Banjarbaru.

Pada nomor Duathlon Elite Putra, Muhammad Rizqi Firdaus Al-Ma’Shum dari FTI Banjarbaru keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua dan ketiga ditempati Zainal Arifin serta Bagus Legowo dari FTI Banjarmasin.

Sementara kategori Duathlon Elite Putri dimenangi Azizah Khusnul Qotimah dari FTI Banjarbaru. Beatrice Rachel Wilhelmina Lalala dari FTI Banjarmasin berada di posisi kedua, sedangkan Rafidah dari FTI Kotabaru menempati posisi ketiga.

Persaingan lebih beragam terlihat pada kategori usia muda. Di Duathlon Junior Putra, Adam Maliki dan Khairul Anwar dari FTI Banjarmasin masing-masing menempati posisi pertama dan kedua. Posisi ketiga diraih M Rizky Sayyid Ilmi Habibie dari FTI Balangan.

Pada Duathlon Junior Putri, Norsyifa Ridaya dari FTI Hulu Sungai Tengah menjadi juara pertama. Salma Chavira dan Oxcelia Leora Maharani Putri Kioek dari Banjarbaru berada di posisi berikutnya.

Di kategori Youth, atlet dari luar Banjarbaru juga mulai menunjukkan kemampuan. Duathlon Youth Putra dimenangi Muhammad Atharizz Maieka dari FTI Banjarbaru, disusul Achmad Husain dari FTI Balangan dan Khairul Ilmi dari FTI Banjarbaru.

Sementara Duathlon Youth Putri menempatkan Aerilyn Bellvania Cintakirana Kikalessy sebagai juara pertama.

Pemerataan juga terlihat pada nomor Aquathlon. Pada kategori Kids Putra, Raja Ahmad Syuja dari Banjarbaru menjadi juara pertama, diikuti Muhammad Hafizd Dhiafakhri dari Tabalong dan Axel Benzion Purba dari Banjarbaru.

Untuk Aquathlon Kids Putri, Syahrida Khanza Aufaa dari Tabalong berhasil menjadi juara pertama.

Di kategori Open Putra, Muhammad Fatih Dzakwaan dari Banjarbaru meraih posisi pertama, disusul Zainal Arifin dari Banjarmasin dan Alif Maliki Rahman dari Banjarbaru. Sedangkan Open Putri dimenangi Beatrice Rachel Wilhelmina Lalala dari Banjarmasin, diikuti Nikeysah Alya Dewina Anwar dari Banjarbaru dan Muharrammah Dini dari Banjarmasin.

Sementara pada Aquathlon Youth Putra, Alzema Ghaisan Mirza dari FTI Tabalong menjadi juara pertama. Muhammad Fahri Akbar Palgunadi dan Muhammad Ageng Priyo Dewantoro dari Banjarbaru masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga.

Kategori Youth Putri juga memperlihatkan kontribusi atlet daerah. Cynthia Brigita Surumapea dan Velicia Rich Montolalu dari Tabalong menempati posisi pertama dan kedua, sedangkan Jennifer Princess Lalala dari Banjarmasin berada di posisi ketiga.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pembinaan triathlon mulai menghasilkan atlet potensial dari luar dua daerah yang selama ini menjadi barometer olahraga tersebut.

Budiono menilai kondisi itu menjadi modal bagi FTI Kalsel untuk memperluas pembinaan dan meningkatkan kualitas kompetisi di masa mendatang.

“Sekarang hasilnya sudah mulai merata, baik di Aquathlon maupun Duathlon.

Ke depan ini akan menjadi ajang kompetisi yang sangat kompetitif, karena kabupaten/kota di luar Banjarbaru dan Banjarmasin sudah memiliki animo dan semangat untuk bisa bersaing,” pungkasnya.

Kejurprov Triathlon Kalsel 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi arena perebutan gelar. Kehadiran atlet dari berbagai kelompok usia dan daerah menjadi gambaran awal semakin luasnya basis pembinaan triathlon di Kalimantan Selatan.

Jika tren tersebut berlanjut, persaingan antardaerah berpeluang semakin terbuka, sekaligus memperbesar kesempatan munculnya atlet muda yang dapat dipersiapkan untuk kompetisi di level yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Rumah Oksigen Mulai Diaktifkan, Dinkes Kalsel Perkuat Respons Kesehatan di Banjarbaru

45 Pemuda Kalsel Ikuti Youth Camp, 12 Talenta Terbaik Disiapkan Tembus Level Nasional