Sumur Bor Pun Terasa Asin, 320 Keluarga di Muara Halayung Bergantung pada Pasokan Air Bersih
Banua Tv, Banjar – Sumur bor tersedia, tetapi airnya terasa asin dan tidak layak dikonsumsi. Kondisi ini membuat warga Desa Muara Halayung, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, masih bergantung pada pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketergantungan tersebut terasa nyata bagi Lamsinah (51). Dengan membawa jeriken kosong, ia menunggu kedatangan truk tangki BPBD yang membawa bantuan air bersih ke desanya, Sabtu (6/11/2026) siang. Sebelum bantuan tiba, ia dan warga lainnya harus membeli air dari pedagang keliling dengan harga Rp5.000 per jeriken.
Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan tim gabungan BPBD Kabupaten Banjar melalui dua kali pengiriman. Air tersebut didistribusikan ke delapan tandon yang tersedia di desa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, sangat terbantu dengan air bersih dari BPBD ini. Kalau belum datang dan kami membutuhkan air, terpaksa membeli seharga Rp5.000 per jeriken,” ungkap Lamsinah.
Menurutnya, sumur bor milik desa hanya bisa dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci. Sementara itu, air sungai di sekitar permukiman telah berubah menjadi asin sehingga tidak dapat menjadi sumber air bersih yang diandalkan. Akibatnya, warga masih membutuhkan pasokan air yang layak untuk dikonsumsi.
Kepala Lingkungan Desa Muara Halayung, Syahrani, menyebutkan kondisi kekeringan berdampak terhadap sekitar 320 kepala keluarga atau 1.200 jiwa. Meski memiliki sumur bor, masyarakat belum bisa menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan air minum karena kualitas air yang dihasilkan terasa asin.

“Ada sumur bor milik desa, tetapi airnya tidak bisa dikonsumsi karena asin,” jelasnya.
Syahrani mengapresiasi bantuan air bersih yang terus disalurkan BPBD Kabupaten Banjar. Menurutnya, pasokan tersebut sangat membantu warga menghadapi keterbatasan sumber air selama musim kemarau.
“Terima kasih banyak kepada BPBD atas kiriman air bersihnya. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” ujarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat 86 desa yang terdampak kekeringan dan masih membutuhkan pasokan air bersih. Untuk menjangkau wilayah tersebut, BPBD mengerahkan tujuh unit truk tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
Armada tersebut dioperasikan secara bergantian setiap hari untuk mengirimkan air ke berbagai titik distribusi. Wasis menyebut total air bersih yang telah disalurkan hingga saat ini mencapai sekitar 4,7 juta liter.
“Setiap hari kami melakukan dropping ke titik-titik distribusi secara berulang, karena faktanya desa-desa tersebut masih kekurangan air bersih. Jika ditotal, hingga saat ini sekitar 4,7 juta liter air sudah didistribusikan,” tutup Wasis.
Penyaluran air bersih di Muara Halayung menjadi salah satu upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan. Namun, kondisi sumber air yang asin menunjukkan bahwa persoalan warga bukan hanya terbatas pada berkurangnya ketersediaan air, melainkan juga keterbatasan sumber air yang layak dikonsumsi.


