Salah satu penampilan peserta lomba drama kolosal dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Sabtu (7/11/2026). -Foto: Mc.Balangan
in , , , ,

Bukan Sekadar Pentas, Drama Kolosal di Balangan Ajak Pelajar Menghidupkan Semangat Kepahlawanan

Bukan Sekadar Pentas, Drama Kolosal di Balangan Ajak Pelajar Menghidupkan Semangat Kepahlawanan

Banua Tv, Balangan – Bagaimana cara mengenalkan perjuangan para pahlawan kepada generasi muda agar tidak sekadar menjadi cerita dalam buku sejarah? Keluarga Besar Wirawati Catur Panca Kabupaten Balangan memilih pendekatan seni melalui lomba drama kolosal yang melibatkan pelajar dan kelompok seni dalam peringatan Hari Pahlawan 2026.

Kegiatan bertema “Perjuangan dan Pengorbanan Para Pahlawan” tersebut berlangsung di halaman Dekranasda Balangan, Kecamatan Paringin, Sabtu (7/11/2026). Peserta dari tingkat SMP, SMA/SMK, serta kelompok dan sanggar seni tampil mengenakan busana bernuansa perjuangan untuk memerankan kisah keberanian, persatuan, dan pengorbanan para pahlawan.

Ketua Wirawati Catur Panca Kabupaten Balangan, Sri Huriyati Hadi, mengatakan lomba drama kolosal menjadi salah satu cara mengenang jasa para pahlawan sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

Menurutnya, semangat kepahlawanan tidak cukup hanya dikenang melalui upacara atau peringatan tahunan. Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

“Semangat kepahlawanan hendaknya tidak hanya kita kenang dalam upacara atau peringatan, tetapi juga kita hidupkan melalui sikap dan tindakan sehari-hari,” katanya.

Ia berharap pertunjukan drama kolosal dapat membantu generasi muda mengenal sejarah perjuangan bangsa sekaligus memahami makna di balik setiap peristiwa. Nilai kerelaan berkorban, pantang menyerah, persatuan, keberanian, dan cinta tanah air diharapkan dapat menjadi bagian dari karakter generasi penerus.

“Drama bukan sekadar penampilan di atas panggung, melainkan media pembelajaran untuk menyampaikan pesan sejarah dan nilai-nilai secara kreatif, menarik, dan berkesan,” tuturnya.

Tidak hanya menghadirkan drama kolosal, kegiatan tersebut juga diramaikan pertunjukan seni Madihin dan Tari Mesiwah Pare Gumboh. Kedua kesenian itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat.

Perpaduan drama perjuangan dan kesenian tradisional tersebut membuat peringatan Hari Pahlawan di Balangan tidak hanya menjadi ajang mengenang sejarah, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengenal identitas budaya daerah. Melalui kegiatan semacam ini, nilai kepahlawanan diharapkan dapat terus hidup dan diteruskan kepada generasi berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Sumur Bor Pun Terasa Asin, 320 Keluarga di Muara Halayung Bergantung pada Pasokan Air Bersih

Sudah Purna Tugas, Tetap Ingin Bersama? IKPTP Banjarbaru Kukuhkan Pengurus Baru hingga 2029