Sekolah Sehat dan Kader Kesehatan Remaja, Upaya Banjarbaru Bentuk Generasi Peduli Kesehatan
in , , , , , ,

Sekolah Sehat dan Kader Kesehatan Remaja, Upaya Banjarbaru Bentuk Generasi Peduli Kesehatan

Sekolah Sehat dan Kader Kesehatan Remaja, Upaya Banjarbaru Bentuk Generasi Peduli Kesehatan

Banua Tv,Banjarbaru – Empat sekolah di Kota Banjarbaru mengikuti penilaian Sekolah/Madrasah Sehat, Dokter Kecil, dan Kader Kesehatan Remaja (KKR) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi peserta didik.

Pembukaan pembinaan dan penilaian oleh Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) Provinsi Kalimantan Selatan tersebut dipusatkan di TK Negeri Pembina Landasan Ulin, Kelurahan Guntung Manggis, Senin (26/10/2026). Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten I, Raden Indra.

Empat sekolah yang mewakili Banjarbaru dalam penilaian tingkat provinsi tahun ini terdiri atas TK Negeri Pembina Landasan Ulin, SDN 1 Loktabat Utara, SMPN 3 Cempaka, dan SMAN 4 Liang Anggang.

Dalam sambutan Wali Kota Banjarbaru yang dibacakan pada kegiatan tersebut, pemerintah kota menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang terpilih menjadi perwakilan daerah. Keikutsertaan mereka diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya dalam mengembangkan lingkungan sekolah yang sehat.

Program UKS/M tidak hanya dipandang sebagai kegiatan penilaian atau perlombaan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan pendidikan. Kondisi fisik dan mental peserta didik yang baik dinilai penting untuk mendukung proses belajar mengajar secara optimal.

Melalui program Sekolah/Madrasah Sehat, pembentukan Dokter Kecil, dan pengembangan Kader Kesehatan Remaja, Pemerintah Kota Banjarbaru berupaya menanamkan kesadaran kesehatan kepada peserta didik sejak dini.

Program tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan kepemimpinan dan kepedulian antarsiswa. Dengan keterlibatan siswa sebagai penggerak kesehatan di lingkungan sekolah, penerapan PHBS diharapkan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga menjadi kebiasaan bersama seluruh warga sekolah.

Penilaian tingkat provinsi sekaligus menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperoleh pembinaan dan masukan dari Tim Pembina UKS/M Provinsi Kalimantan Selatan. Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelaksanaan program kesehatan sekolah secara berkelanjutan.

Pemerintah Kota Banjarbaru berharap pengalaman yang diperoleh keempat sekolah perwakilan dapat mendorong penerapan praktik kesehatan yang lebih baik di satuan pendidikan lainnya.

Dengan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman, sekolah diharapkan mampu menjadi ruang yang mendukung anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Keluhan Warga Ditindaklanjuti, 30 Motor Terjaring Operasi Balap Liar di Banjarbaru

Harga Cabai Merah Tinggi di Banjarbaru dan HSU, Pemda Didorong Gelar Pasar Murah