Sekdaprov Kalsel Dorong Penyamaan Persepsi Pengembangan Proyek Banjarbakula Waste to Resource
in , ,

Sekdaprov Kalsel Dorong Penyamaan Persepsi Pengembangan Proyek Banjarbakula Waste to Resource

Sekdaprov Kalsel Dorong Penyamaan Persepsi Pengembangan Proyek Banjarbakula Waste to Resource

Banua Tv,Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mempercepat pengembangan sistem pengelolaan sampah regional melalui Forum Konsultasi Teknis dan Penyamaan Persepsi Pengembangan Proyek Banjarbakula Waste to Resource Project yang digelar di Banjarbaru, Kamis (2/7/2026).

~ Advertisements ~

Forum tersebut menjadi langkah strategis dalam menyatukan pemahaman seluruh pemangku kepentingan guna mendukung pembangunan sistem pengelolaan sampah terintegrasi di kawasan Banjarbakula.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, mengatakan forum tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan.

“Forum ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025. Melalui forum ini kita menyamakan persepsi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah kabupaten/kota se-Banjarbakula, serta PT Enviro Buana Solusindo dalam pengembangan proyek Banjarbakula Waste to Resource,” ujarnya.

Menurut Syarifuddin, regulasi tersebut memperkuat kebijakan nasional dalam pengelolaan sampah. Jika sebelumnya hanya mencakup 12 lokasi prioritas, kini cakupannya diperluas bagi seluruh daerah yang memenuhi kriteria timbulan sampah.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat juga memberikan berbagai dukungan, termasuk kewajiban bagi PT PLN membeli energi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah. Sementara pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menyiapkan lahan, menjamin ketersediaan pasokan sampah, serta memastikan sistem pengangkutan berjalan secara berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Pemprov Kalimantan Selatan berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan pemerintah kabupaten dan kota di kawasan Banjarbakula, perangkat daerah terkait, serta PT Enviro Buana Solusindo sebagai mitra pengembang proyek.

Syarifuddin meminta seluruh Dinas Lingkungan Hidup di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota segera menyiapkan data teknis secara lengkap dan akurat sebagai dasar penyusunan perencanaan proyek.

Data yang dimaksud meliputi timbulan dan komposisi sampah, kondisi tempat pemrosesan akhir (TPA), data timbulan sampah lama, luas dan status lahan, sarana dan prasarana, anggaran pengelolaan persampahan, hingga proyeksi kebutuhan lima sampai dua puluh tahun mendatang.

“Data teknis yang lengkap dan akurat menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan proyek. Selain itu, kami juga mengharapkan masukan dan rekomendasi dari seluruh peserta forum mengenai kebutuhan sistem regional, kesiapan daerah, serta dukungan regulasi agar proyek ini berjalan sesuai kaidah teknis dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan kesepakatan bersama mengenai pembentukan Project Management Office (PMO), penyusunan Bankable Feasibility Study, penyusunan roadmap implementasi proyek, hingga persiapan menuju target groundbreaking pada Triwulan I Tahun 2027.

“Hasil dari forum ini sangat penting sebagai dasar percepatan pengembangan sistem pengelolaan sampah regional Banjarbakula. Saya berharap seluruh tahapan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing sehingga proyek ini dapat segera direalisasikan,” pungkasnya.

Melalui sinergi seluruh pihak, proyek Banjarbakula Waste to Resource diharapkan mampu menjadi solusi pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan di Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Disdukcapil Kalsel Jemput Bola ke Sungai Lulut, Permudah Warga Urus Dokumen Kependudukan

Museum Lambung Mangkurat Gelar Lomba Bagasing, Dorong Generasi Muda Kenal Permainan Tradisional