Guru Wildan dan Paman Birin melakukan tapung tawar 10 trail yang akan membantu penanganan bencana. Foto: M. Rezky Maulidja/Wartawasaka
in

Pemprov Kalsel Keluarkan Edaran Antisipasi dan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana 2024

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur, terkait antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kalimantan Selatan pada tahun 2024 mendatang. 

Berdasarkan proyeksi dari BMKG, puncak musim hujan di Kalimantan Selatan diperkirakan akan terjadi pada bulan Januari 2024 mendatang, sedangkan awal musim hujan terjadi di bulan Nopember tahun ini.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan, dalam kesiapsiagaan, pihaknya sedang dan terus menjalin koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

Juga dilakukan pemetaan wilayah yang dipandang rentan terhadap bencana, perumusan skenario kontijensi dan evakuasi, pembentukan tim siaga bencana, serta pengaktifan posko penanganan bencana.

“Dalam menghadapi risiko bencana kita tidak boleh lengah, dan harus berada dalam keadaan waspada yang tinggi. oleh karena itu, kerjasama dan koordinasi yang dilakukan tidak hanya menjadi rutinitas saja, tetapi harus menyentuh aspek-aspek substantif, terutama terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu,” kata Sahbirin Noor pada Apel Kesiapsiagaan Penanganan Banjir, Puting Beliung, dan Tanah Longsor (Batingsor) di Halaman IAI Darussalam Martapura, Senin (27/11) pagi. 

Lanjut Gubernur Sahbirin Noor, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi kebencanaan. 

Ditambahkan Sahbirin Noor, risiko bencana alam, mulai dari banjir hingga angin puting beliung, serta tanah longsor, memerlukan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh pihak. 

“Kita tidak lakukan sendiri-sendiri, sinergi dan kolaborasi adalah kuncinya,” tambahnya.

Salah satu personil BPBD Provinsi Kalimantan Selatan sedang uji coba kendaraan operasional penanganan bencana. Foto: M. Rezky Maulidja/Wartawasaka

Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel Suria Fadliansyah mengatakan, saat ini pihaknya telah membuat peta rawan bencana dan berkoordinasi dengan kabupaten kota untuk kesiapsiagaan jika terjadi bencana. 

“Kita sudah siap siaga dengan stake holder terkait sesuai arahan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, jika terjadi bencana kita bisa cepat menangani dengan efektif dan efisien,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi mengatakan, untuk mengurangi risiko bencana pihaknya telah membentuk Kawasan Siaga Bencana di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Tanah Bumbu. 

“Salah satu model penanggulangan bencana berbasis masyarakat yaitu Kawasan Siaga Bencana merupakan rangkaian penanggulangan bencana bertujuan untuk mengurangi jumlah korban atau pengurangan risiko bencana,tahun ini dibentuk di Tanah Bumbu dan Hulu Sungai Selatan,” bebernya. 

Menurutnya, dalam 2 daerah tersebut pihaknya telah melatih 300 orang untuk siap menghadapi bencana.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Tinggalkan Balasan

Kabupaten Banjar Terima Penghargaan Peduli HAM Sebanyak 10 Kali 

Alumni Untad Diminta Siap Hadapi Tantangan Era Smart Society 5.0