Malam Puncak Hari Pramuka ke-65 Meriah, Syairi Mukhlis Titip Pesan Ini
in , , ,

Malam Puncak Hari Pramuka ke-65 Meriah, Syairi Mukhlis Titip Pesan Ini

Malam Puncak Hari Pramuka ke-65 Meriah, Syairi Mukhlis Titip Pesan Ini

Banua Tv,Kotabaru – Panggung utama Kotabaru menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (7/10/2026) malam. Namun, di balik kemeriahan malam puncak, pesan yang ditekankan bukan sekadar perayaan, melainkan keberlanjutan persaudaraan dan pengabdian anggota Pramuka.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Mengusung semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” dengan tema Tut Wuri Handayani yang bermakna “Di belakang memberi dorongan”, malam puncak menjadi momentum apresiasi sekaligus refleksi atas rangkaian kegiatan yang telah diikuti anggota Gerakan Pramuka dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

Kemeriahan malam penutupan diawali penampilan Wayang Madihin khas Kalimantan Selatan. Suasana kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni dan hiburan, termasuk penampilan Jaz, Three Zone feat. Rendy, serta kolaborasi Tari Kolosal dan Calung Tunas Nusantara.

Selain hiburan, malam puncak juga diisi pemutaran video kilas balik seluruh kegiatan, laporan Ketua Panitia, pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, sambutan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kotabaru, penutupan resmi, serta foto bersama.

Ketua Panitia Pelaksana H. Ahmad Fitriadi, SH., M.Hum., melaporkan rangkaian Hari Pramuka ke-65 diisi berbagai kegiatan pembinaan, perkemahan, dan perlombaan dengan melibatkan sekitar 2.000 anggota Pramuka dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Di antaranya Kemah Bakti Pelajar Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Bina Bamega, Sungai Belingkar, Desa Sigam, yang diikuti sekitar 420 Pramuka Penggalang. Selain itu, Perkemahan Bakti Tingkat Cabang Saka Bakti Husada di kawasan Pantai Gedambaan melibatkan sekitar 230 Pramuka Penegak.

Rangkaian perlombaan juga diarahkan untuk mengasah keterampilan dan karakter peserta. Sejumlah lomba yang digelar meliputi semaphore, memasak, P3K pembidaian, yel-yel, pionering, standar tenda, kreativitas, kerapian dan kebersihan, hingga berbagai perlombaan tingkat cabang.

Bagi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kotabaru sekaligus Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, S.Sos., rangkaian tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertemuan dan kompetisi.

Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus bangga karena Kotabaru dipercaya menjadi tuan rumah peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan menjadi ruang untuk membentuk karakter, kemandirian, semangat pengabdian, sekaligus memperkuat persaudaraan antanggota Pramuka.

“Acara boleh berakhir, tetapi persaudaraan jangan berakhir. Kegiatan boleh selesai, tetapi pengabdian jangan berhenti,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa berakhirnya agenda peringatan tidak berarti berakhir pula nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan. Pengalaman selama perkemahan, pembinaan, maupun perlombaan diharapkan dapat diterapkan kembali di lingkungan masing-masing.

Syairi juga mengajak seluruh anggota Pramuka membawa pengalaman yang diperoleh selama rangkaian kegiatan ke sekolah, pangkalan, dan lingkungan tempat mereka berada.

“Teruslah belajar, teruslah berkarya, teruslah mengabdi dan teruslah menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi orang lain,” lanjutnya.

Rangkaian Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Kotabaru pun resmi berakhir melalui malam puncak tersebut.

Namun, nilai yang menjadi dasar kegiatan diharapkan tetap berlanjut melalui aktivitas anggota Pramuka di sekolah, pangkalan, maupun masyarakat. Pendidikan karakter, kemandirian, persaudaraan, keterampilan, dan pengabdian menjadi bekal yang diharapkan tidak berhenti ketika panggung perayaan ditutup.

Dengan demikian, malam puncak bukan sekadar penanda berakhirnya rangkaian acara, tetapi menjadi momentum untuk membawa semangat kepramukaan kembali ke lingkungan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Polder Alabio Seluas 6.000 Hektare Perlu Dibenahi, Ini Masalah yang Dihadapi

Karhutla Banjar Belum Reda, Bantuan Pusat Terkendala Administrasi