in ,

Kolaborasi Internasional di Pulau Curiak, Mahasiswa ULM dan Filipina Tanam Mangrove untuk Selamatkan Ekosistem

Kolaborasi Internasional di Pulau Curiak, Mahasiswa ULM dan Filipina Tanam Mangrove untuk Selamatkan Ekosistem

Banua Tv, Barito Kuala – Semangat kolaborasi lintas negara ditunjukkan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui kegiatan International Community Service (PKM Internasional) yang melibatkan mahasiswa dari Iloilo Science and Technology (ISAT) University Filipina. Bersama mahasiswa FKIP ULM, mereka terjun langsung ke kawasan konservasi bekantan dan ekosistem lahan basah di Pulau Curiak, Sabtu (11/4/2026).

~ Advertisements ~

Kegiatan yang diinisiasi Tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka Terpadu (MBKT) bersama UPA Bahasa ULM ini mengusung tema “Penanaman Mangrove untuk Keberlanjutan Lingkungan”. Aksi tersebut menjadi wujud nyata pengabdian masyarakat berbasis internasional yang berfokus pada pelestarian ekosistem pesisir.

Ketua MKBT FKIP ULM, Raisa Fadila menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam menghadapi tantangan lingkungan global.

“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk mengatasi tantangan lingkungan globalm, khususnya dalam pelestarian ekosistem mangrove yang sangat penting bagi keberlanjutan wilayah pesisir,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan teknis oleh Kepala Pusat Konservasi Bekantan, Dr. Amalia Rezeki. Ia memaparkan mengenai habitat bekantan, teknik penanaman mangrove, hingga pentingnya perawatan pascatanam. Setelah itu, para peserta secara gotong royong melakukan penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir yang terdampak abrasi dan degradasi lingkungan.

Kepala UPA Bahasa ULM, Dr. Noor Eka Chandra, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada aksi lingkungan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran lintas budaya bagi mahasiswa internasional.

“Selain restorasi ekosistem, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa internasional untuk mengenal bahasa dan konteks lokal, khususnya terkait ekosistem lahan basah,” jelasnya.

Pulau Curiak dikenal sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi, namun menghadapi tekanan akibat abrasi dan aktivitas manusia. Melalui penanaman mangrove, para peserta turut memperkuat perlindungan alami pulau, meningkatkan penyerapan karbon, serta menjaga habitat flora dan fauna.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan observasi habitat bekantan, memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami pentingnya konservasi berbasis ekosistem.

Melalui inisiatif ini, Universitas Lambung Mangkurat kembali menegaskan perannya dalam membangun kolaborasi global sekaligus menghadirkan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan. Sinergi antara ULM dan ISAT University diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi keterlibatan lebih luas dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

Tinggalkan Balasan

Gelang Simpai Dayak Meratus Jadi Sorotan di Balangan Ekspo 2026

Kalsel Perkuat Tim Gerak Cepat Hadapi Ancaman Flu Burung, Sinergi Lintas Sektor Ditekankan