Kemarau Panjang Belum Ganggu Stok Benih, BBTPH Kalsel Siapkan 14 Ton Benih Padi
in , , , ,

Kemarau Panjang Belum Ganggu Stok Benih, BBTPH Kalsel Siapkan 14 Ton Benih Padi

Kemarau Panjang Belum Ganggu Stok Benih, BBTPH Kalsel Siapkan 14 Ton Benih Padi

Banua Tv,Banjarbaru – Kemarau panjang yang melanda Kalimantan Selatan membuat aktivitas tanam petani terhambat. Namun di tengah kondisi lahan yang kering dan keterbatasan sumber air, persediaan benih tanaman pangan di Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan masih dalam kondisi aman.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kepala BBTPH Provinsi Kalsel, Sigid Sarsanto, mengatakan stok benih tetap tersedia karena siklus produksi sebelumnya telah selesai hingga tahap panen sebelum kemarau panjang berlangsung.

“Untuk produksi secara umum mungkin terganggu karena pengaruh kemarau panjang. Tetapi untuk produksi benih di balai, alhamdulillah tidak ada masalah karena musim tanam yang lalu sudah selesai dan sudah panen,” ujar Sigid di Banjarbaru, Selasa (8/9/2026).

Menurut Sigid, kondisi tersebut membuat BBTPH saat ini dapat tetap fokus menjaga ketersediaan benih sumber untuk memenuhi kebutuhan perbenihan di Kalimantan Selatan.

Sebagian produksi bahkan telah disalurkan kepada petani maupun digunakan dalam berbagai program pemerintah. Salah satunya berasal dari Unit Produksi Benih (UPB) Pabahanan yang telah menyalurkan sekitar 9 ton benih sumber padi.

“Yang di Pabahanan sekitar 9 ton benih sumber sudah diambil. Semuanya sudah berlabel, sehingga benar-benar tersalurkan untuk kebutuhan petani,” jelasnya.

Data BBTPH Kalsel mencatat produksi benih padi sepanjang 2026 mencapai 24.030 kilogram. Sementara produksi benih kedelai mencapai 2.060 kilogram.

Dari total produksi tersebut, benih padi yang telah disalurkan mencapai 9.680 kilogram dan benih kedelai sebanyak 1.975 kilogram. Dengan demikian, masih tersedia sekitar 14.350 kilogram benih padi dan 83 kilogram benih kedelai.

Meski persediaan benih masih mencukupi, produksi berikutnya tetap bergantung pada kondisi cuaca. BBTPH memproyeksikan penanaman benih sumber padi kembali dilakukan pada Oktober hingga Desember 2026.

Namun, rencana tersebut belum dapat dipastikan karena kondisi lahan masih kering dan sumber air terbatas.

“Kemungkinan kita tanam lagi bulan Oktober sampai Desember, menunggu hujan. Sekarang masih kering dan sumber air sangat terbatas,” katanya.

Varietas yang akan diproduksi nantinya disesuaikan dengan program dan kebutuhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, termasuk varietas padi unggul maupun varietas unggul lokal.

Sigid berharap hujan segera turun agar aktivitas pertanian kembali bergerak. Selain petani dapat kembali menanam, para penangkar juga diharapkan dapat melanjutkan produksi benih.

“Harapan kami, mudah-mudahan segera turun hujan sehingga petani bisa bertanam lagi dan penangkar bisa kembali memproduksi benih. Kemarau kali ini luar biasa panjang dan banyak yang tidak bisa tanam,” ujarnya.

Di sisi lain, BBTPH tidak hanya berperan sebagai penyedia benih bagi sektor pertanian. Keberadaan balai juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan daerah melalui retribusi di bidang pertanian.

Staf Penata Layanan Operasional BBTPH Kalsel, Huda, mengatakan peran tersebut menjadi bagian dari kontribusi sektor pertanian terhadap penguatan ekonomi daerah.

“BBTPH merupakan salah satu UPT yang menghasilkan PAD melalui retribusi di bidang pertanian. Ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian finansial sekaligus menggerakkan ekonomi lokal Banua,” pungkasnya.

Di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, ketersediaan benih menjadi modal penting agar petani dapat segera kembali menanam ketika kondisi cuaca dan sumber air memungkinkan. BBTPH Kalsel pun memastikan stok yang tersedia tetap siap dimanfaatkan saat musim tanam kembali tiba.

Tinggalkan Balasan

Wabup Banjar Serukan Hentikan Pasung, ODGJ Berhak Kembali Hidup di Tengah Masyarakat

Dari Napas Bumi dan Laut, Karya Tari Kalsel Berebut Tiket ke Jakarta