Kalsel Siaga Karhutla, Rakor Jadi Benteng Hadapi Kemarau Panjang
Banua Tv, BANJARBARU – Menghadapi ancaman musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat memperkuat kesiapsiagaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan melalui rapat koordinasi strategis bersama para pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH), sebagai upaya mengantisipasi risiko sejak dini.

Rakor ini menjadi sinyal kuat bahwa pengendalian karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas pihak. Terlebih, musim kemarau tahun ini diperkirakan mulai pada Mei dan mencapai puncaknya antara Agustus hingga Oktober, dengan durasi hingga tujuh bulan.
Kepala Tahura Sultan Adam, Ainun Jariah, menegaskan pentingnya momentum koordinasi ini untuk memperkuat tanggung jawab bersama, khususnya dalam pengelolaan kawasan hutan dan rehabilitasi daerah aliran sungai.

“Kepada seluruh pemegang PPKH agar senantiasa menjaga dan mengelola lokasi rehabilitasi daerah aliran sungai (rehab DAS) sesuai dengan tanggung jawab yang telah ditetapkan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Selain koordinasi, kesiapan teknis juga menjadi perhatian utama. Seluruh sarana dan prasarana pengendalian karhutla diminta dalam kondisi optimal agar dapat digunakan sewaktu-waktu jika terjadi kebakaran.
“Selain itu, pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) juga akan dilaksanakan pada bulan Mei sebagai upaya memperkuat peran serta masyarakat dalam pencegahan karhutla,” tegasnya.
Dengan prediksi El Nino pada level lemah hingga sedang, potensi karhutla tetap perlu diwaspadai. Oleh karena itu, kesiapsiagaan menyeluruh—baik dari pemerintah, pemegang izin, maupun masyarakat—menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko kebakaran yang dapat berdampak luas.
Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan Kalimantan Selatan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak buruk kabut asap yang kerap menyertai karhutla.


