IPSI Kalsel Sertifikasi 59 Pelatih dan Wasit Juri, Pembinaan Atlet Jadi Fokus
in , , , ,

IPSI Kalsel Sertifikasi 59 Pelatih dan Wasit Juri, Pembinaan Atlet Jadi Fokus

IPSI Kalsel Sertifikasi 59 Pelatih dan Wasit Juri, Pembinaan Atlet Jadi Fokus

Banua Tv,Banjarmasin – Peningkatan prestasi pencak silat di Kalimantan Selatan tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet, tetapi juga kualitas pelatih dan perangkat pertandingan. Untuk memperkuat fondasi tersebut, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalimantan Selatan mensertifikasi 59 peserta melalui kegiatan Sertifikasi Pelatih dan Wasit Juri Pencak Silat Provinsi III Muda.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan standar kepelatihan, kompetensi perangkat pertandingan, serta kualitas pembinaan atlet di daerah. Materi diberikan oleh pemateri dari Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Kalsel, termasuk wasit juri internasional dan pelatih nasional.

Ketua Umum Pengprov IPSI Kalsel, H. Supri Muyono, mengatakan sertifikasi tersebut menjadi salah satu upaya memperbanyak pelatih berkualitas sekaligus meningkatkan kemampuan wasit juri dalam mendukung perkembangan pencak silat.

“Dengan semakin banyaknya pelatih berkualitas, pengembangan pembibitan dan peningkatan prestasi atlet akan lebih leluasa. Daerah harus memiliki visi nasional dalam membangun pembinaan olahraga,” ujarnya di Banjarmasin, Jumat (9/10/2026) malam.

Menurut Supri, ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten berperan penting dalam pembinaan atlet sejak usia dini hingga jenjang prestasi. Karena itu, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit juri perlu dilakukan secara berkelanjutan agar proses latihan dan pelaksanaan pertandingan sesuai standar yang berlaku.

“Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit juri perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pembinaan dan pelaksanaan pertandingan berjalan sesuai standar yang berlaku,” katanya.

Sertifikasi berlangsung selama tiga hari dengan materi meliputi coaching atau kepelatihan, peraturan terbaru pencak silat tahun 2026, norma dan etika, motivasi, mentalitas wasit juri, serta praktik lapangan.

Pemahaman terhadap regulasi terbaru menjadi perhatian penting agar pelatih dan perangkat pertandingan dapat menerapkan ketentuan secara tepat, baik dalam latihan maupun saat kompetisi berlangsung.

Penguatan kompetensi ini juga berkaitan dengan agenda kejuaraan tahunan IPSI Kalsel. Organisasi tersebut merencanakan Piala Bergilir Ketua Umum Pengprov IPSI Kalsel pada pertengahan November 2026 di Banjarmasin.

“Kejuaraan tersebut akan mempertandingkan kelompok usia dini, praremaja, remaja hingga dewasa,” bebernya

Supri berharap keberadaan pelatih dan wasit juri yang kompeten dapat mendukung kelancaran kejuaraan sekaligus meningkatkan kualitas kompetisi sebagai bagian dari proses pembinaan atlet.

Saat ini, IPSI Kalsel memiliki sembilan wasit juri nasional dan dua wasit juri internasional. Selain itu, terdapat sekitar 15 pelatih nasional yang menjadi bagian dari kekuatan pembinaan pencak silat di daerah.

IPSI Kalsel juga membuka peluang pengembangan kapasitas pelatih melalui program di tingkat internasional. Peluang tersebut berkaitan dengan persiapan kejuaraan dunia di Uzbekistan serta program penempatan di Australia selama enam bulan dalam rangka persiapan menuju Olimpiade.

Supri berharap kesempatan itu dapat memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan pelatih. Pengetahuan yang diperoleh nantinya diharapkan bisa diterapkan dalam pembinaan sekaligus dibagikan kepada pelatih lain di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, Heru Susmianto, mengapresiasi pelaksanaan sertifikasi tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi pelatih dan perangkat pertandingan perlu berjalan seiring dengan pembinaan atlet.

“Pembinaan perangkat pertandingan ini diharapkan turut berpengaruh terhadap pembinaan atlet. Dengan memahami regulasi terbaru, pelatih dan atlet dapat meningkatkan kualitas persiapan serta kemampuan mereka,” ujarnya.

Heru menambahkan, pencak silat merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang memiliki banyak peminat di Kalimantan Selatan. Penguatan kualitas pelatih dan perangkat pertandingan dinilai penting untuk menjaga kesinambungan regenerasi atlet sekaligus mendorong peningkatan prestasi daerah.

“Melalui sertifikasi ini, IPSI Kalsel bersama pemangku kepentingan olahraga diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembinaan pencak silat, mulai dari penjaringan atlet usia dini, peningkatan kualitas latihan, hingga penyelenggaraan kompetisi yang mendukung lahirnya atlet berprestasi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Lima Koperasi Merah Putih Ikuti Literasi, Kalsel Siapkan Penguatan Pengelola

Pipa BPAM Banjarbakula Bocor, Layanan Air PTAM Terdampak