Investasi Melejit, Kalsel Tancap Gas Menuju Ekonomi 8 Persen
Banua Tv,Jakarta – Kalimantan Selatan semakin menunjukkan taringnya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi tercepat di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, realisasi investasi di provinsi ini melonjak tajam, menjadi sinyal kuat bahwa arah kebijakan pembangunan daerah mulai membuahkan hasil nyata.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan, Endri menegaskan bahwa investasi kini menjadi pilar utama dalam mendorong akselerasi ekonomi daerah menuju target ambisius di masa depan.
“Peningkatan investasi menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ini juga sejalan dengan program nasional dalam memperkuat ekonomi daerah,” ujar Endri saat kegiatan Promosi Investasi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di Dermaga Pasar Terapung TMII Jakarta, Minggu (26/4/2026).
Data menunjukkan tren yang tidak main-main. Dari Rp15 triliun pada 2022, angka investasi melonjak menjadi Rp19 triliun di 2023, kemudian Rp24 triliun pada 2024, hingga menembus lebih dari Rp32 triliun pada 2025. Kenaikan ini memperlihatkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap potensi Kalimantan Selatan.
Sejumlah wilayah menjadi kontributor utama, seperti Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Kotabaru, dan Kota Banjarmasin. Sementara itu, sektor pertambangan masih mendominasi, meski pemerintah daerah mulai mendorong pergeseran menuju sektor yang lebih berkelanjutan.
Endri menjelaskan, keunggulan geografis sebagai jalur perdagangan nasional dan internasional, ditambah infrastruktur yang terus berkembang, menjadikan Kalimantan Selatan sebagai magnet baru bagi investor. Dukungan sumber daya alam serta tenaga kerja produktif juga memperkuat daya saing daerah.
Tak hanya itu, kemudahan perizinan menjadi senjata utama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah terus menyederhanakan regulasi agar lebih cepat, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.

“Komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif,” katanya.
Ke depan, Pemprov Kalsel mulai mengarahkan strategi pembangunan ekonomi dengan mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif. Fokus diarahkan pada pengembangan sektor pertanian, perikanan, kehutanan, industri pengolahan, pariwisata, serta ekonomi berbasis jasa.
Langkah ini sejalan dengan upaya hilirisasi industri yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru. Sejumlah proyek prioritas pun telah disiapkan, mulai dari sektor pariwisata dan hospitality, pengelolaan limbah, hingga pembangunan pusat distribusi.
Untuk memperluas promosi, pemerintah juga memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi “Bekantan” yang menyediakan informasi peluang investasi secara lengkap dan mudah diakses.
“Melalui berbagai strategi promosi dan kemudahan yang diberikan, kami optimistis investasi di Kalimantan Selatan akan terus tumbuh dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Endri.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Kalimantan Selatan kini semakin mantap memposisikan diri sebagai gerbang logistik di Pulau Kalimantan sekaligus bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.


