HUT Banjar ke-76 Jadi Momentum Berbagi, Warga Dapat Layanan Operasi Kesehatan Gratis
Banua TV, Banjar – Peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan seremonial. Pemerintah Kabupaten Banjar memilih menghadirkan layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat melalui bakti sosial kesehatan gratis.


Bersama RSUD Ratu Zalecha Martapura, Pemkab Banjar menggelar sejumlah layanan kesehatan, mulai dari operasi katarak, sunatan massal, donor darah, hingga operasi bibir sumbing dan langit-langit.
Kegiatan berlangsung di RSUD Ratu Zalecha Martapura, Selasa (18/8/2026) pagi.
Pelaksanaan bakti sosial tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar, H. Ikhwansyah, turun langsung meninjau pelaksanaan kegiatan bersama Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura Arief Rachman dan jajaran dokter spesialis.
Kehadiran pemerintah daerah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat penerima manfaat memperoleh pelayanan kesehatan dengan baik.
Ikhwansyah juga menyampaikan apresiasi kepada RSUD Ratu Zalecha, dokter, tenaga kesehatan serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan bakti sosial.
Menurutnya, peringatan hari jadi daerah menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan.
“Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama. Bakti sosial ini merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar. Sudah sepantasnya kita hadir dan meringankan beban warga yang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga kualitas hidup mereka dapat menjadi lebih baik,” ujar Ikhwansyah.

Salah satu layanan yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah operasi katarak. Bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan, layanan operasi gratis menjadi kesempatan untuk mendapatkan penanganan medis tanpa terbebani biaya.
Ikhwansyah pun berpesan kepada para penerima manfaat operasi katarak agar mengikuti seluruh petunjuk medis selama masa pemulihan.
“Ikuti arahan dokter dan tenaga medis, jaga kesehatan selama proses penyembuhan. Mudah-mudahan setelah pulih dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” pesannya.
Sementara itu, Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura, Arief Rachman, mengungkapkan bahwa pelayanan operasi gratis tersebut tidak hanya menyasar warga Kabupaten Banjar.
Masyarakat dari kabupaten lain juga diberikan kesempatan untuk memperoleh layanan dalam program bakti sosial tersebut.
Pelayanan bakti sosial kesehatan dilaksanakan selama enam hari, yakni mulai 18 hingga 23 Agustus 2026.
Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 18 peserta mengikuti operasi katarak. Sementara tujuh peserta lainnya tercatat mengikuti operasi bibir sumbing dan langit-langit.
Tingginya minat masyarakat bahkan membuat pihak rumah sakit harus menyesuaikan jumlah peserta dengan kemampuan pelayanan yang tersedia.
“Animo masyarakat cukup besar. Pendaftar bahkan harus kami batasi karena menyesuaikan kapasitas pelayanan. Mudah-mudahan tahun depan jumlah penerima manfaat bisa kita tingkatkan sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat kita bantu,” jelas Arief.

Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan masih cukup besar, terutama layanan yang membutuhkan tindakan medis dan biaya relatif tinggi.
Melalui bakti sosial ini, pemerintah daerah dan rumah sakit berupaya menghadirkan akses pelayanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain operasi katarak dan bibir sumbing, kegiatan juga diisi dengan sunatan massal serta donor darah sebagai bagian dari rangkaian pelayanan sosial.
Pelaksanaan kegiatan pun tidak sekadar menjadi agenda kesehatan, tetapi menjadi bentuk nyata semangat berbagi dalam momentum hari jadi daerah dan peringatan kemerdekaan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan souvenir secara simbolis kepada para penerima manfaat. Souvenir diserahkan Ikhwansyah bersama Arief Rachman sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian kepada masyarakat yang mengikuti bakti sosial.
Dengan masih berlangsungnya pelayanan hingga 23 Agustus 2026, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak masyarakat.
Pemkab Banjar juga membuka peluang agar kegiatan serupa dapat dikembangkan pada tahun berikutnya, sejalan dengan tingginya antusiasme masyarakat dan kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau.


