Guru di Balangan Punya Cara Unik untuk Terus Belajar, Lewat CAKAR BIDAWANG
Banua Tv,Balangan – Meningkatkan kualitas pembelajaran tidak selalu harus dimulai dengan program besar. Di Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, perubahan justru didorong melalui kebiasaan guru untuk aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mencoba pendekatan baru di kelas.


Upaya tersebut dikembangkan Komunitas Belajar Kelompok Kerja Guru (KKG) Fase C Kecamatan Paringin melalui inovasi CAKAR BIDAWANG. Inovasi ini diperkenalkan dalam pertemuan rutin sekaligus kegiatan berbagi praktik baik di SD Negeri Mangkayahu, Kamis (8/10/2026).
Ketua Komunitas Belajar KKG Fase C Kecamatan Paringin, Muhammad Syarif, menjelaskan CAKAR BIDAWANG memadukan lima unsur, yakni Contoh, Aktualisasi, Kolaborasi, Apresiasi, dan Refleksi.
Melalui pendekatan tersebut, guru didorong untuk tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan komunitas. Setiap anggota memiliki kesempatan mengambil peran, menyampaikan gagasan, dan membagikan pengalaman pembelajaran.
“Guru didorong untuk mengambil peran, mulai dari menjadi pembawa acara, aktif dalam diskusi, hingga menjadi narasumber untuk berbagi pengalaman mengajar,” ujar Syarif.
Komunitas belajar yang terbentuk sejak September 2024 itu kini memiliki 39 anggota dengan latar belakang dan kebiasaan belajar yang beragam. Perbedaan tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan mengembangkan praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Menurut Syarif, penerapan CAKAR BIDAWANG mulai berdampak pada keaktifan guru dalam komunitas maupun proses pembelajaran di kelas.
Sejumlah praktik yang mulai diterapkan meliputi pemanfaatan papan interaktif digital, pembelajaran mendalam, serta pengenalan koding dan kecerdasan artifisial. Berbagai pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya guru menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan.
Keunikan inovasi ini juga terlihat dari penggunaan istilah “Bidawang”, yang dalam bahasa Banjar berarti kura-kura. Filosofi tersebut menggambarkan perjalanan yang mungkin berlangsung perlahan, tetapi tetap bergerak menuju tujuan.
“Filosofinya, membangun kebiasaan belajar bersama membutuhkan proses dan konsistensi,”tambahnya.
Semangat itu sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Melangkah Perlahan, Bersinergi Mengukir Jejak Perubahan”. KKG Fase C Kecamatan Paringin berharap inovasi tersebut dapat terus berkembang dan menginspirasi komunitas belajar lainnya.
Melalui kolaborasi dan budaya berbagi, guru diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensi sekaligus membawa praktik pembelajaran yang lebih inovatif ke ruang kelas. Pada akhirnya, upaya tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.


