Guru di 22 Kecamatan Kotabaru Didorong Kuasai Teknologi, Kemendikdasmen Gelar Bimtek Digitalisasi Pembelajaran
Banua Tv, Kotabaru – Tantangan geografis Kabupaten Kotabaru yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan tidak menjadi penghalang bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi. Sebanyak 50 guru dan tenaga pendidik dari 22 kecamatan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 yang digelar Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).


Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 1–4 September 2026, tersebut dibuka pada Selasa (1/9/2026) malam. Bimtek menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Para peserta berasal dari berbagai wilayah Kotabaru. Sebagian di antaranya bahkan harus menempuh perjalanan cukup jauh, baik melalui jalur darat maupun laut, untuk mengikuti kegiatan di ibu kota kabupaten.
Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Karena itu, digitalisasi dinilai dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas akses terhadap informasi, pembelajaran, administrasi, dan berbagai kebutuhan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru Akhmad Romansyah mengapresiasi Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen yang telah memberikan kesempatan kepada para pendidik di Kotabaru untuk mengikuti program tersebut.
Ia meminta peserta memanfaatkan waktu bimtek dengan maksimal, terlebih narasumber yang dihadirkan memiliki kompetensi di bidang digitalisasi pembelajaran.
“Gunakan waktu yang sangat singkat ini dengan belajar sebaik-baiknya, karena para narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang yang sangat menguasai materi yang akan disampaikan,” ujarnya.
Akhmad menjelaskan, luasnya wilayah Kotabaru membuat akses antarwilayah tidak selalu mudah. Guru dari Pulau Sembilan, termasuk Desa Matasiri, misalnya, harus menggunakan jalur laut dari pusat kecamatan. Sementara tenaga pendidik dari Pamukan dan sejumlah wilayah perbatasan juga membutuhkan waktu perjalanan cukup panjang menuju pusat kabupaten.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan penting agar peningkatan kompetensi guru terus dilakukan secara merata. Ia berharap program serupa tidak berhenti pada jenjang SD, tetapi dapat diperluas melalui program dari direktorat lainnya.
Dari sisi kebijakan pendidikan, perwakilan Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen Yoyo Hidawanto mengatakan digitalisasi merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan.
Pelaksanaan program pembelajaran berbasis digital telah memasuki tahun kedua. Pemanfaatan teknologi diharapkan semakin luas, tidak hanya untuk kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dalam mendukung administrasi satuan pendidikan.
Berbagai proses administrasi kini dapat dilakukan secara digital, termasuk penggunaan tanda tangan elektronik serta pengunggahan dokumen seperti SPTJM dan BAST.
Namun, kemudahan teknologi juga harus dibarengi dengan kecakapan dan tanggung jawab dalam penggunaannya. Yoyo mengingatkan guru agar berhati-hati saat menggunakan perangkat digital maupun media sosial.
“Bijaksanalah dengan jari. Salah mencet bisa viral. Jadi harus bijak menggunakan perangkat-perangkat digital dan bermedia sosial,” pesannya.
Selain digitalisasi pembelajaran, Direktorat SD juga memaparkan sejumlah program prioritas, termasuk revitalisasi satuan pendidikan dan bantuan prasarana pembelajaran menulis bagi peserta didik kelas I dan II SD.
Pengelolaan bantuan tersebut juga diarahkan menggunakan sistem digital, termasuk melalui SIPLah, agar proses penyaluran dan pemanfaatannya dapat dipantau secara lebih baik dan akuntabel.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kotabaru Khairil Fajri menilai bimtek tersebut menjadi kesempatan penting bagi guru untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, peran guru di Kotabaru tidak hanya sebatas mengajar. Mereka juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah kecamatan dan desa.
“Selain mengajar, kawan-kawan guru ini adalah tulang punggung bagi kecamatan dan desa. Perjuangan mereka luar biasa,” ungkapnya.
Khairil berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama mengikuti bimtek, tetapi juga mampu menerapkannya ketika kembali ke sekolah masing-masing.
Dengan penguatan kompetensi tersebut, digitalisasi pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada keberadaan perangkat teknologi di sekolah. Lebih jauh, teknologi diharapkan mampu membantu guru menciptakan proses belajar yang lebih efektif, interaktif, kreatif, dan menyenangkan.
Bagi Kotabaru yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan, penguasaan teknologi juga menjadi bagian penting untuk mempersempit kesenjangan akses pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.


