DPPPA-KB Kalsel Kembangkan Edukasi KB Berbasis Budaya Lokal agar Lebih Dekat dengan Masyarakat
in , , , ,

DPPPA-KB Kalsel Kembangkan Edukasi KB Berbasis Budaya Lokal agar Lebih Dekat dengan Masyarakat

DPPPA-KB Kalsel Kembangkan Edukasi KB Berbasis Budaya Lokal agar Lebih Dekat dengan Masyarakat

Banua Tv,Banjarmasin – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB) Provinsi Kalimantan Selatan mengembangkan materi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) berbasis kearifan budaya lokal untuk memperkuat penyampaian pesan keluarga berencana dan pembangunan keluarga kepada masyarakat.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Upaya tersebut dibahas melalui Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi dan Pengembangan Materi KIE Berbasis Kearifan Budaya Lokal. Forum ini menjadi ruang untuk menggali potensi budaya setempat sekaligus merumuskan materi edukasi yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat.

Kegiatan tersebut diwakili Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPPPA-KB Provinsi Kalimantan Selatan, Musyridyansyah.

Pendekatan budaya dinilai penting karena setiap daerah memiliki tradisi, bahasa, nilai, dan karakteristik sosial yang berbeda. Unsur-unsur tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi secara lebih kontekstual sehingga masyarakat lebih mudah memahami pesan yang diberikan.

Materi KIE yang dikembangkan mencakup sejumlah isu, mulai dari pengendalian penduduk, keluarga berencana, pencegahan stunting, kesehatan reproduksi, ketahanan keluarga, hingga pembangunan keluarga berkualitas.

Dengan mengaitkan pesan edukasi dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong penerapan perilaku positif dalam keluarga.

Dalam pengembangan materi, DPPPA-KB Kalsel menekankan pentingnya menyesuaikan bahasa, metode komunikasi, dan pendekatan dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Informasi yang benar perlu disampaikan melalui cara yang mudah dipahami dan dapat diterima oleh kelompok sasaran.

Keterlibatan tokoh masyarakat juga menjadi perhatian dalam FGD tersebut. Tokoh masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan, menjembatani komunikasi, serta membantu meningkatkan penerimaan warga terhadap program pembangunan keluarga.

Pengembangan materi ini diarahkan pada enam kabupaten/kota yang menjadi lokus kegiatan. Identifikasi potensi budaya di setiap wilayah diharapkan menghasilkan materi edukasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat, sekaligus tetap mendukung tujuan program pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

Melalui forum diskusi tersebut, berbagai gagasan dan masukan dihimpun sebagai bahan penyusunan materi KIE yang lebih inovatif, komunikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

DPPPA-KB Provinsi Kalimantan Selatan berharap materi edukasi berbasis kearifan budaya lokal dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak terkait menjadi faktor penting untuk mendukung penerapan materi KIE secara berkelanjutan. Dengan pendekatan yang selaras dengan karakteristik lokal, edukasi mengenai keluarga berencana dan pembangunan keluarga diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan memberi dampak positif bagi kualitas hidup keluarga di Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Harga Bawang Merah Lebih Murah, Gerakan Pangan Murah Banjarbaru Bantu Warga Hemat Belanja

Sembilan Prodi FKIP ULM Raih Akreditasi Internasional, Seluruh Prodi Ditargetkan Terakreditasi pada 2029