Dispora Kalsel Jadikan Insentif Atlet sebagai Investasi Prestasi Jangka Panjang
Banua Tv,Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menjaga keberlanjutan prestasi olahraga daerah melalui program pembinaan dan insentif bagi atlet serta pelatih berprestasi. Program tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas capaian di Pekan Olahraga Nasional (PON), tetapi juga diposisikan sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan atlet menghadapi kompetisi mendatang.

Melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan, pembinaan saat ini mencakup 105 atlet dan 38 pelatih dari 21 cabang olahraga yang berhasil menyumbangkan medali bagi Banua pada PON terakhir.
Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Dispora Kalsel, Rijal Hamid, mengatakan program insentif tersebut terus berjalan dan telah memasuki triwulan kedua tahun 2026.
“Insentif yang kita berikan kepada atlet dan pelatih yang meraih juara di PON itu sudah berjalan. Alhamdulillah sudah masuk ke triwulan kedua. Saat ini yang kami bina ada sebanyak 21 cabang olahraga yang mendapat medali pada PON terakhir,” ujar Rijal, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan mampu menjaga motivasi atlet agar tetap berlatih secara konsisten dan mempertahankan performa terbaik mereka.
“Atlet-atlet ini kami harapkan tetap fokus latihan dan meraih poin yang maksimal untuk mendapatkan medali serta mempertahankan prestasi bagi Kalimantan Selatan,” katanya.
Selain mempertahankan prestasi yang telah diraih, program pembinaan tersebut juga diarahkan sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan atlet menuju PON berikutnya. Untuk mewujudkan target tersebut, Dispora Kalsel menggandeng KONI dan seluruh cabang olahraga dalam proses pembinaan.
“Target yang kita siapkan saat ini adalah persiapan PON. KONI, Dispora, dan cabang olahraga berkolaborasi dalam mempersiapkan atlet-atlet menuju PON nantinya,” jelasnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dispora Kalsel memastikan pembinaan olahraga tetap menjadi prioritas. Upaya koordinasi dengan KONI dan pengurus cabang olahraga terus diperkuat agar proses pembinaan tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan anggaran pemerintah.
“Kita akan terus membangun komunikasi dengan cabang olahraga dan juga KONI supaya pembinaan atlet tetap berjalan dan tidak bergantung sepenuhnya kepada anggaran pemerintah,” ungkapnya.
Dengan jumlah atlet binaan yang mencapai lebih dari seratus orang, Dispora Kalsel optimistis program tersebut mampu melahirkan generasi atlet baru yang siap mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional.
“Harapan kita ke depan, atlet dan pelatih yang dibina ini bisa meraih hasil prestasi yang maksimal dan membawa kebanggaan bagi Kalimantan Selatan,” pungkas Rijal.


