Disdikbud Kalsel Hidupkan Museum Sebagai Ruang Kreatif Lewat Kegiatan Melukis Bersama
in , ,

Disdikbud Kalsel Hidupkan Museum Sebagai Ruang Kreatif Lewat Kegiatan Melukis Bersama

Disdikbud Kalsel Hidupkan Museum Sebagai Ruang Kreatif Lewat Kegiatan Melukis Bersama

Banua Tv,Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong pemanfaatan museum sebagai ruang edukasi dan kreativitas masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Melukis Bersama di Museum: Membingkai Inspirasi Lewat Kanvas” yang digelar di Banjarbaru, Minggu (28/6/2026).

~ Advertisements ~

Program ini diikuti sebanyak 75 peserta dari berbagai kalangan dan mendapat sambutan antusias. Sebelum memulai kegiatan melukis, seluruh peserta diajak mengelilingi museum untuk mengenal berbagai koleksi yang dipamerkan sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan karya seni.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwarto, mengatakan museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkreasi, dan berinovasi bagi masyarakat.

“Kegiatan melukis bukan hanya tentang menghasilkan karya seni, tetapi juga menjadi sarana untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan inspirasi yang dimiliki setiap individu,” ujar Eddy.

Ia menjelaskan tema “Membingkai Inspirasi Lewat Kanvas” dipilih untuk mengajak peserta menyadari bahwa pengalaman, pengetahuan, serta imajinasi dapat diwujudkan menjadi karya seni yang memiliki makna.

Melalui media kanvas, peserta didorong menuangkan ide kreatif, menghargai setiap proses berkarya, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kekayaan budaya di sekitarnya.

Eddy menegaskan Disdikbud Kalimantan Selatan akan terus mendukung berbagai kegiatan kreatif yang mampu mempererat hubungan antara seni, pendidikan, dan masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan kreatif seperti ini yang mampu menghubungkan seni, pendidikan, dan masyarakat dalam satu wadah inspirasi,” tambahnya.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa ruang-ruang kreatif seperti ini sangat dibutuhkan. Selain bersifat inklusif dan terbuka bagi masyarakat umum, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mempererat interaksi dengan warisan budaya.

“Sangat luar biasa. Karena sifatnya inklusif, seluruh kabupaten/kota bisa berpartisipasi dan terbuka untuk masyarakat umum. Dari sini kita bisa melihat bahwa masyarakat memang membutuhkan kegiatan seperti ini,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara komunitas seni, pengelola museum, dan Disdikbud Kalimantan Selatan, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu memperkuat ekosistem seni dan budaya sekaligus mengoptimalkan fungsi museum sebagai pusat edukasi, kreativitas, dan inspirasi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Seluruh Fraksi DPRD Kapuas Setujui Raperda APBD 2025

Hari Musik Dunia 2026 Perkuat Komitmen Kalsel Bangun Ekosistem Seni yang Inklusif