Cuaca Ekstrem Tak Ganggu Pasokan, Stok Ikan di Pelabuhan Banjar Raya Tetap Aman
Banua Tv,Banjarmasin – Meski cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah perairan, ketersediaan ikan di Pelabuhan Perikanan Banjar Raya dipastikan tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Ahmad Jaki, mengatakan aktivitas distribusi ikan di pelabuhan masih berjalan normal dengan dukungan kapal pengangkut dan pasokan dari luar daerah.
“Di Pelabuhan Perikanan Banjar Raya, seluruh kapal ikan yang beraktivitas merupakan kapal pengangkut. Kapal yang berizin pusat mengambil ikan di atas 12 mil dari nelayan Kalsel, sedangkan kapal berizin daerah beroperasi di bawah 12 mil,” ujar Ahmad Jaki di Banjarmasin, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, cuaca ekstrem memang memengaruhi hasil tangkapan nelayan, namun kondisi tersebut belum berdampak signifikan terhadap stok ikan di pelabuhan.
“Untuk cuaca ekstrem memang agak berpengaruh bagi nelayan, tetapi stok ikan di pelabuhan aman. Saat ini stok ikan di Pelabuhan Banjar Raya sekitar 350 ton dengan jenis layang, tongkol dan kembung atau peda,” katanya.
Selain mengandalkan hasil tangkapan nelayan lokal dari wilayah Tabonio dan Jorong, pihak pelabuhan juga mendatangkan pasokan ikan dari luar daerah menggunakan truk freezer.
“Selain kapal pengangkut, kami juga mendatangkan ikan menggunakan truk freezer dari Jawa Tengah dan Jakarta hingga 20 ton untuk menjaga ketersediaan pasokan,” jelasnya.

Ahmad Jaki menambahkan, harga ikan di kawasan pelabuhan masih relatif stabil meski cuaca kurang bersahabat. Harga ikan layang panjang saat ini berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, sedangkan ikan kembung dijual Rp40 ribu hingga Rp43 ribu per kilogram.
Sementara komoditas hasil laut lainnya seperti udang dan cumi juga masih tersedia walaupun jumlahnya terbatas.
“Udang indomanis saat ini sekitar Rp95 ribu per kilogram dan memang cukup jarang, kemudian udang PC Rp45 ribu sampai Rp55 ribu per kilogram, sedangkan cumi berkisar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Untuk menjaga keselamatan nelayan, pihak pelabuhan terus mengingatkan agar nelayan lebih berhati-hati saat melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Nelayan kita sangat memahami situasi di laut. Jika cuaca tidak memungkinkan, mereka biasanya berteduh di pulau terdekat untuk menghindari risiko,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pelabuhan Perikanan Banjar Raya menyediakan informasi cuaca BMKG secara realtime yang dapat dipantau nelayan sebelum berlayar.
“Kami menyediakan informasi cuaca realtime dari BMKG di pelabuhan. SPB dikeluarkan setiap kapal akan berlayar, namun jika kondisi cuaca membahayakan maka tidak akan kami keluarkan demi keselamatan nelayan,” tegas Ahmad Jaki.


