Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Balangan mengedukasi siswa SMP Negeri 3 Paringin tentang pencegahan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak, Selasa (11/8/2026). - Foto: Mc.Balangan
in , , , ,

Cegah Kekerasan Seksual Sejak Dini, GOW Balangan Bekali Siswa SMP 3 Paringin

Cegah Kekerasan Seksual Sejak Dini, GOW Balangan Bekali Siswa SMP 3 Paringin

Banua Tv,Balangan – Upaya mencegah kekerasan seksual terhadap anak tidak cukup hanya mengandalkan pengawasan orang dewasa. Kemampuan anak mengenali bentuk kekerasan, memahami batas diri, dan mengetahui cara melindungi diri juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman.

~ Advertisements ~

Hal tersebut menjadi perhatian Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Balangan yang memberikan edukasi kepada siswa SMP Negeri 3 Paringin mengenai pencegahan pelecehan seksual, kekerasan terhadap anak, dan perundungan, Selasa (11/8/2026).

Ketua GOW Kabupaten Balangan, Yanti Fauzi, mengatakan anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang, rasa aman, dan perlindungan. Karena itu, pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan perlu dikenalkan sejak usia dini.

“Tujuan kami ingin berbagi kepada sekolah-sekolah, memberikan pengetahuan lebih dini tentang kekerasan seksual dan perundungan pada anak-anak, supaya mereka dapat mengetahui dan memahami bahwa itu merupakan bentuk kekerasan,” katanya.

Menurut Yanti, edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai jenis kekerasan, tetapi juga mendorong anak lebih peka terhadap situasi yang berpotensi membahayakan dirinya.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Balangan, Miliyanti, turut memberikan materi mengenai pelecehan seksual dan kekerasan, termasuk langkah pencegahan, cara menghadapi, serta keberanian menolak perilaku yang tidak semestinya.

Ia berharap siswa mampu mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual sehingga dapat mengambil langkah perlindungan terhadap diri sendiri.

“Harapannya anak-anak bisa mengetahui, menjauhi, kemudian mendeteksi apa saja yang termasuk kekerasan seksual. Jadi mereka bisa membentengi diri untuk menghindari terjadinya kekerasan seksual terhadap mereka,”imbuhnya.

Miliyanti menilai pemahaman sejak dini penting karena anak perlu mengetahui bahwa tindakan tertentu yang dilakukan terhadap dirinya maupun orang lain dapat masuk dalam kategori kekerasan seksual.

Dengan pengetahuan tersebut, siswa diharapkan tidak mudah mengabaikan perilaku yang mengarah pada pelecehan serta dapat mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.

Kepala SMP Negeri 3 Paringin, Rusmadi, mengapresiasi edukasi yang diberikan GOW Balangan. Menurutnya, pembekalan semacam ini relevan dengan kehidupan siswa, terutama dalam membangun kemampuan mereka menjaga diri ketika berinteraksi di lingkungan sosial.

“Dalam pergaulan sehari-hari mereka dapat mendeteksi tindakan-tindakan yang kemungkinan sudah mengarah ke pelanggaran seksual, misalnya ada pelecehan dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Edukasi pencegahan kekerasan seksual tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak melalui lingkungan pendidikan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang bagi siswa untuk memahami hak, membangun keberanian menjaga diri, serta mengenali perilaku yang tidak dapat dibenarkan.

Tinggalkan Balasan

Disdik Banjar Pastikan Sekolah Tetap Enam Hari, Madrasah Diniyah Tak Akan Ditinggalkan

Kerupuk Biji Karet hingga Jamu, Inovasi Siswa SMAN 2 Juai Curi Perhatian Saratoga