Bukan Sekadar Peserta Sosialisasi, 90 Pelajar Balangan Didorong Jadi Agen Pencegahan Stunting
Banua Tv,Balangan – Upaya menekan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan. Kalangan remaja juga didorong mengambil peran dengan menjadi penyebar edukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi dan pola hidup sehat sejak dini.
Semangat tersebut menjadi fokus Gerakan Pelajar, Remaja Sadar dan Peduli Stunting (GELAR DARLING) yang diikuti sekitar 90 pelajar dari SMA Negeri 2 Paringin dan SMKPP Negeri Paringin. Kegiatan ini berlangsung di Aula 2 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Rabu (4/11/2026).
Program yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan bekerja sama dengan dinas terkait di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tersebut memberikan pemahaman kepada remaja mengenai stunting, mulai dari pengertian, faktor risiko, hingga langkah pencegahannya.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Balangan, Munisih, menyampaikan bahwa edukasi kepada pelajar penting agar pemahaman mengenai pencegahan stunting dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, adik-adik pelajar dapat memahami pentingnya pencegahan stunting sehingga nantinya bisa menerapkan pola hidup sehat, baik dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan keluarga, maupun masyarakat,” katanya.
Ia menekankan, pencegahan stunting perlu diperhatikan sejak masa remaja. Penerapan pola makan bergizi seimbang, pemenuhan kebutuhan nutrisi, dan perilaku hidup sehat menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Sementara itu, JF Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda Kabupaten Balangan, Denny Mariaty Simbolon, mengatakan GELAR DARLING telah dilaksanakan untuk kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Pelajar juga diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi pencegahan stunting kepada lingkungan sekitarnya.
Upaya itu turut didukung Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang telah diterapkan di 34 sekolah di Kabupaten Balangan.
“Harapan kami, para pelajar dan remaja bisa menjadi mitra pemerintah daerah dalam menyampaikan edukasi tentang stunting, mengenali keluarga yang berisiko, serta ikut menggerakkan masyarakat untuk melakukan pencegahan sehingga angka stunting di Kabupaten Balangan dapat terus diturunkan,” ujarnya.
Melalui keterlibatan generasi muda, edukasi pencegahan stunting diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lingkungan. Peran pelajar menjadi penting agar kesadaran mengenai kesehatan, gizi, dan persiapan kehidupan berkeluarga tumbuh sejak usia sekolah.

