Banjir Lahar Semeru Terjang Besuk Kobokan, Sejumlah Bangunan Pengendali Rusak
LUMAJANG – Banjir lahar Gunung Semeru menerjang aliran Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026) dini hari.
Terjangan material vulkanik tersebut merusak sejumlah bagian bangunan pengendali lahar yang masih dalam proses pembangunan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.14 WIB itu tercatat memiliki amplitudo maksimum getaran banjir (Amak) 65 milimeter. Dampaknya, sejumlah infrastruktur berupa dam utama dan subdam yang dikerjakan melalui proyek tahun jamak atau multiyears mengalami kerusakan.
Untuk mengetahui tingkat kerusakan, Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama instansi terkait mulai melakukan pemeriksaan dan pendataan di kawasan terdampak.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau kondisi lokasi melalui pos pantau. Pemeriksaan diarahkan pada sejumlah bangunan pengendali lahar, termasuk check damdi titik S2 dan S4.
“Setiap kerusakan perlu dipastikan melalui asesmen di lapangan. Hasilnya menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan bersama pihak terkait,” ujar Indah.
Ia mengatakan, hasil pemeriksaan akan menjadi bahan untuk mengetahui kondisi infrastruktur secara menyeluruh sebelum pemerintah daerah berkoordinasi dengan instansi berwenang terkait langkah perbaikan.
Tak hanya bangunan pengendali lahar, pemantauan juga dilakukan terhadap kondisi cuaca dan sejumlah titik di sekitar Gunung Semeru yang berpotensi mengalami longsor.
Di tengah kerusakan infrastruktur tersebut, laporan sementara menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Aktivitas di kawasan pertambangan juga dilaporkan tidak menimbulkan korban.
Indah mengapresiasi kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi potensi banjir lahar. Menurutnya, pemahaman terhadap mitigasi bencana menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko jatuhnya korban.
Pemerintah Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai yang berpotensi dilalui banjir lahar.
Pemeriksaan infrastruktur dan pemantauan kawasan rawan bencana akan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjadi dasar penentuan penanganan bangunan pengendali lahar di aliran Besuk Kobokan.

