Banjarbaru Percepat Tracing TBC, Siapkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla
in , , ,

Banjarbaru Percepat Tracing TBC, Siapkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla

Banjarbaru Percepat Tracing TBC, Siapkan 300 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Karhutla

Banua Tv,Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat melalui percepatan penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) dan penyiapan 300 paket sembako bagi warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengalami atau terindikasi mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Upaya tersebut dilakukan melalui supervisi dan pemantauan tracing TBC yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di RT 19, Kecamatan Cempaka, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Banjarbaru, Raden Indra, yang mewakili Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, bersama Tenaga Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan dan Perencanaan Pembangunan, Prof. Dr. Husaini, SKM., M.Kes.

Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa deteksi dini TBC dan perhatian terhadap warga yang terdampak asap karhutla perlu dilakukan secara bersamaan agar masyarakat memperoleh pemeriksaan, penanganan, dan bantuan sesuai kebutuhan.

“Percepatan penemuan kasus TBC melalui deteksi dini harus terus diperkuat agar masyarakat yang terindikasi dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan. Di sisi lain, dampak asap karhutla juga perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk memastikan pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Saya berharap koordinasi antara perangkat daerah, puskesmas, dan seluruh unsur terkait terus ditingkatkan, sehingga pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan dapat berjalan tepat sasaran. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan pelayanan yang dibutuhkan, terutama di tengah kondisi lingkungan yang berisiko bagi kesehatan,” tambahnya.

Program tracing TBC terintegrasi CKG menyasar kontak serumah, kontak erat, dan kelompok berisiko tinggi. Melalui penemuan kasus secara aktif, warga yang terindikasi TBC diharapkan dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan sesuai kebutuhan untuk menekan risiko penularan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, program tersebut berlangsung sejak 8 Agustus hingga November 2026. Pelaksanaannya menargetkan 50 lokus dengan 100 sasaran pada setiap lokus.

Hingga 24 Oktober 2026, kegiatan telah dilaksanakan di 41 lokus dengan total 4.100 sasaran. Capaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas jangkauan deteksi dini TBC di masyarakat.

Selain penguatan layanan kesehatan, Pemkot Banjarbaru juga menyiapkan bantuan sosial bagi warga terdampak karhutla. Sebanyak 300 paket sembako akan disalurkan melalui 10 puskesmas, dengan alokasi masing-masing 30 paket bagi masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada para kepala puskesmas untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak karhutla yang mengalami atau terindikasi mengalami ISPA.

Melalui kedua langkah tersebut, Pemkot Banjarbaru berupaya mengintegrasikan pencegahan penyakit menular, pelayanan kesehatan, dan kepedulian sosial. Koordinasi antara perangkat daerah dan puskesmas diharapkan dapat membantu memastikan masyarakat memperoleh perlindungan serta pelayanan yang dibutuhkan di tengah risiko kesehatan akibat karhutla.

Tinggalkan Balasan

RSGM Gusti Hasan Aman Perluas Edukasi Kesehatan, dari Perlindungan Asap hingga Perawatan Gigi

Udara Kalsel Masuk Kategori Berbahaya, Ancaman Kekeringan Ekstrem Jadi Sorotan