Bangunan Lapuk Tak Patahkan Semangat 60 Santri TPA Darul Falah Cempaka
Banua Tv,Banjarbaru – Dinding kayu yang mulai lapuk, pintu yang kian reot, hingga atap yang bocor saat hujan tidak menyurutkan semangat puluhan anak untuk tetap belajar mengaji di TPA Darul Falah, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Selama lebih dari dua dekade dimanfaatkan sebagai tempat belajar Al-Qur’an, kondisi bangunan yang sebelumnya merupakan bekas kantor pembakal tersebut kini membutuhkan perbaikan menyeluruh. Konstruksi kayu yang menua membuat fasilitas pendidikan keagamaan itu tidak lagi ideal untuk menunjang kegiatan belajar para santri.
Di tengah kondisi tersebut, sebanyak 60 santri tetap aktif mengikuti pembelajaran di TPA Darul Falah. Saat ini, kegiatan difokuskan pada pembelajaran Iqra, sedangkan pembelajaran jenjang Al-Qur’an dilaksanakan di lokasi pendukung lainnya.
Bangunan tersebut sebelumnya sempat tidak digunakan dan beberapa kali dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Sejak sekitar tahun 2000-an, bangunan kemudian difungsikan sebagai sarana pendidikan Al-Qur’an di bawah naungan TPA Darul Falah.
Seiring waktu, usia bangunan membuat sejumlah bagian mengalami kerusakan. Dinding papan tampak mengelupas dan lapuk, sementara bagian pintu dan plafon juga menunjukkan tanda-tanda penurunan kondisi. Kebocoran atap ketika hujan turut mengganggu kenyamanan proses belajar para santri.
Kondisi itu kemudian mendapat perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru. Pemerintah daerah merespons aspirasi pengelola dengan memberikan bantuan renovasi total terhadap bangunan TPA Darul Falah.
Bagi pengelola, bantuan tersebut menjadi angin segar setelah selama bertahun-tahun kebutuhan perbaikan fasilitas lebih banyak mengandalkan swadaya pengurus dan sumbangan orang tua santri.
Kepala TPA Darul Falah, Nayli Kurata Aini, mengaku terharu dan bersyukur atas perhatian serta tindakan sigap yang ditunjukkan langsung oleh jajaran pimpinan daerah Kota Banjarbaru.
“Sejak dahulu, jujur belum pernah ada bantuan resmi dari pemerintah yang mengalir ke TPA kami. Apabila ada kebutuhan mendesak atau kerusakan fasilitas yang harus segera ditangani, selama ini kami murni mengandalkan swadaya pengurus serta sumbangan sukarela dari para orang tua santri,” ungkap Nayli.
Menurut Nayli, pengajuan bantuan renovasi yang disampaikan pengelola mendapat respons cepat dari Pemerintah Kota Banjarbaru. Ia berharap perbaikan bangunan nantinya membuat para santri semakin nyaman dan bersemangat mengikuti pembelajaran.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Wali Kota, karena pengajuan kami terkait renovasi bangunan ini langsung direspon cepat tanpa penundaan. Terima kasih banyak Ibu Wali Kota, semoga berkah, selalu sehat, dan dilancarkan dalam menjalankan tugas memimpin daerah. Mudah-mudahan dengan renovasi ini nantinya, para santri kami bisa makin semangat menuntut ilmu dalam kondisi bangunan yang aman, kokoh, dan nyaman,” lanjutnya.
Pengurus TPA Darul Falah, Riduan, juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap sarana pendidikan keagamaan yang digunakan masyarakat.
“Kami masyarakat sangat mengharapkan bantuan seperti ini dari pemerintah, apalagi ini bangunan yang diperuntukan untuk kepentingan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Wali Kota yang telah membantu renovasi TPA Darul Falah ini,” tegas Riduan.
Renovasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembenahan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kegiatan pendidikan keagamaan bagi anak-anak berlangsung di lingkungan yang lebih aman dan layak.
Langkah tersebut sejalan dengan Misi Pembangunan Kota Banjarbaru 2025–2030, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang religius, bersosial, dan berbudaya.
Melalui revitalisasi sarana pendidikan keagamaan nonformal di tingkat kelurahan, Pemerintah Kota Banjarbaru berupaya mendukung pembentukan generasi penerus yang memiliki pengetahuan keagamaan dan akhlak mulia.
Bagi 60 santri TPA Darul Falah, renovasi ini menjadi harapan baru. Tempat yang selama ini menjadi ruang belajar dengan segala keterbatasannya diharapkan segera berubah menjadi ruang pendidikan yang lebih aman, kokoh, dan nyaman untuk menumbuhkan semangat mereka dalam menuntut ilmu.



