Gubernur Muhidin Dorong ASN Kalsel Ikuti Pelatihan Komponen Cadangan
Banua Tv,Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah kabupaten/kota memperkuat dukungan terhadap pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Bantuan Keuangan Pembentukan Komponen Cadangan. Kerja sama ini diarahkan untuk mendukung pembiayaan pelatihan aparatur sipil negara (ASN) sekaligus memperkuat kedisiplinan dan kesiapsiagaan aparatur.
Penandatanganan MoU antara Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dan para bupati serta wali kota se-Kalimantan Selatan berlangsung di Aula Hasan Basri Rindam XXII/TB Banjarbaru, Senin (2/11/2026).
Gubernur Muhidin mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan pembentukan Komcad, terutama melalui penyediaan anggaran dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
Menurutnya, pelaksanaan program sebelumnya menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Karena itu, pemerintah provinsi mulai menyiapkan dukungan pembiayaan melalui perubahan APBD setelah berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan. Pemerintah kabupaten/kota juga didorong mengalokasikan anggaran untuk mengirimkan ASN mengikuti pelatihan Komcad di Rindam XXII/TB.
“Karena itu, saya meminta kepada seluruh bupati dan wali kota agar dapat menyisipkan anggaran untuk mengirimkan ASN, baik pejabat eselon II, III maupun IV, mengikuti pelatihan Komponen Cadangan di Rindam ini,” ujarnya.
Muhidin menjelaskan, pelatihan Komcad tidak hanya ditujukan untuk membangun kesiapan menghadapi ancaman perang. Program tersebut juga diharapkan membentuk karakter, kedisiplinan, ketahanan fisik, serta tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Selain dukungan pembiayaan, Muhidin mengusulkan agar pelatihan Komcad ke depan dapat disinergikan dengan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang diselenggarakan melalui Lembaga Administrasi Negara (LAN). Menurutnya, penggabungan kedua program berpotensi memberikan manfaat dalam pengembangan kapasitas kepemimpinan sekaligus pembinaan fisik dan mental ASN.
“Kalau pelatihan Komcad ini bisa dipadukan dengan PKN, maka ASN tidak hanya mendapatkan pendidikan kepemimpinan, tetapi juga pembentukan kedisiplinan dan jati diri. Jadi, ada dua aspek yang diperoleh, yaitu peningkatan kapasitas kepemimpinan dan pelatihan fisik serta mental,” jelasnya.
Ia berharap usulan tersebut dapat dibahas lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait. Dengan demikian, kemungkinan integrasi pelatihan Komcad dengan PKN dapat dipertimbangkan dalam pengembangan kompetensi maupun pembinaan karier ASN.
Kepala Badan Cadangan Nasional (Bacadnas) Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Totok Imam Santoso, mengapresiasi dukungan Pemprov Kalsel dan pemerintah kabupaten/kota terhadap pembentukan Komcad.
Ia menyampaikan apresiasi Menteri Pertahanan RI kepada Gubernur Kalsel beserta jajaran atas respons dan dukungan terhadap program tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertahanan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya menjaga kedaulatan dan keutuhan negara.

“Kami menyampaikan terima kasih dari Bapak Menteri Pertahanan kepada Bapak Gubernur beserta jajaran. Kalimantan Selatan termasuk daerah yang sangat mendukung dan memiliki kesamaan frekuensi dalam upaya menjaga kedaulatan dan keutuhan negara,” ungkapnya.
Menanggapi usulan integrasi pelatihan Komcad dengan PKN, Totok menyebutkan bahwa hal itu akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian PAN-RB, Kementerian Dalam Negeri, serta LAN.
Menurutnya, integrasi tersebut berpotensi memberikan nilai tambah bagi ASN yang mengikuti pelatihan, baik dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan maupun sebagai bekal pendukung pengembangan karier dan jenjang jabatan.
“Kami akan melaporkan dan mengomunikasikan lebih lanjut bagaimana teknis kelanjutan dari hasil kegiatan Komcad ini, sehingga nantinya bisa menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan karier dan jenjang ASN,” jelasnya.
Selain untuk mendukung pertahanan negara, Totok menjelaskan bahwa personel Komcad juga berpotensi diberdayakan dalam kondisi damai untuk membantu pemerintah menghadapi situasi darurat melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Salah satu bidang yang dapat menjadi perhatian ialah penanganan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di wilayah Kalimantan.
“Permasalahan negara kita bukan hanya berkaitan dengan perang, tetapi juga berbagai persoalan di dalam negeri. Salah satunya kebakaran hutan. Karena itu, ke depan Komcad juga dapat dilatih dan dipersiapkan untuk bersama-sama membantu pemerintah daerah maupun satuan yang bertugas dalam penanganan kebakaran hutan,” terangnya.
Totok berharap pelatihan Komcad dapat membentuk personel yang memiliki kedisiplinan, loyalitas, empati, serta keterampilan untuk menghadapi berbagai kondisi di lapangan. Dengan kesiapan tersebut, Komcad diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pertahanan negara sekaligus membantu pemerintah menangani tantangan pada masa damai.
Melalui penandatanganan MoU ini, Pemprov Kalsel dan pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta dukungan pembiayaan bagi pembentukan Komcad. Sementara itu, usulan integrasi pelatihan dengan PKN masih memerlukan komunikasi dan pembahasan lebih lanjut bersama kementerian serta lembaga terkait.


