BPAM Banjarbakula Targetkan Intake Darurat 450 Liter per Detik, Antisipasi Gangguan Air Baku
in , , , , ,

BPAM Banjarbakula Targetkan Intake Darurat 450 Liter per Detik, Antisipasi Gangguan Air Baku

BPAM Banjarbakula Targetkan Intake Darurat 450 Liter per Detik, Antisipasi Gangguan Air Baku

Banua Tv,Banjarbaru – Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula menyiapkan peningkatan kapasitas intake darurat dari 150 liter per detik menjadi sekitar 450 liter per detik. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan pasokan air baku apabila terjadi kebocoran kembali pada pipa transmisi.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Rencana peningkatan kapasitas tersebut akan dilakukan melalui penambahan dua unit pompa. Upaya ini menjadi bagian dari langkah jangka pendek BPAM Banjarbakula untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menjaga kontinuitas pasokan air baku saat terjadi kondisi darurat.

Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, mengatakan penambahan kapasitas intake darurat diharapkan dapat membantu mengurangi dampak gangguan pada sistem transmisi air baku terhadap pelayanan.

“Melalui penambahan kapasitas ini, diharapkan pasokan air baku tetap dapat terjaga dan dampak gangguan terhadap pelayanan dapat diminimalisir apabila terjadi kondisi darurat serupa di kemudian hari,” ujar Wahyu, Selasa (20/10/2026).

Selain menambah kapasitas pompa, BPAM Banjarbakula juga akan mengusulkan Surat Izin Pengusahaan Air (SIPA) berkapasitas 500 liter per detik kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA).

Pengusulan izin tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan alternatif pemanfaatan sumber air melalui intake darurat dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Pengusulan SIPA tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mendukung pemanfaatan sumber air melalui intake darurat sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Wahyu menjelaskan, rencana penambahan pompa dan pengusulan izin akan dikoordinasikan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III serta instansi terkait. Koordinasi ini diperlukan untuk memperoleh persetujuan dan dukungan teknis sebelum rencana tersebut direalisasikan.

“Koordinasi diperlukan untuk memperoleh persetujuan dan dukungan teknis sebelum rencana tersebut direalisasikan,” katanya

Melalui berbagai langkah tersebut, BPAM Banjarbakula berupaya memperkuat alternatif pasokan air baku ketika terjadi kondisi darurat. Peningkatan kapasitas intake diharapkan dapat menekan risiko gangguan layanan dan mendukung keberlanjutan distribusi air baku ke sistem pelayanan Banjarbakula.

“Peningkatan kapasitas intake diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan layanan sekaligus mendukung keberlanjutan distribusi air baku kepada sistem pelayanan Banjarbakula,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Kesenjangan Literasi Antarwilayah Jadi Sorotan, Kalsel Siapkan Grand Design hingga 2045

Diskominfo Kalsel Benahi Daftar Informasi Publik, Akses Masyarakat Jadi Perhatian