Seluruh Peserta PKN II Kalsel Lulus, Dampak Proyek Perubahan Jadi Tantangan Berikutnya
Banua Tv,Banjarbaru – Sebanyak 60 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 dinyatakan lulus. Setelah menyelesaikan pelatihan selama lebih dari empat bulan, para peserta kini diharapkan mampu menerapkan kompetensi kepemimpinan dan proyek perubahan untuk meningkatkan kinerja birokrasi serta kualitas pelayanan publik.


Penutupan pelatihan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) tersebut berlangsung di Aula Kampus I BPSDMD Kalsel, Kamis (15/10/2026).
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufiq, mengapresiasi komitmen Pemprov Kalsel dalam menyelenggarakan PKN Tingkat II sebagai upaya menyiapkan pemimpin yang mampu mendorong pembangunan dan menghasilkan inovasi berkelanjutan.
Menurutnya, lulusan PKN Tingkat II tidak cukup hanya menjalankan fungsi manajerial dan administratif. Mereka juga dituntut mampu menjadi pemimpin perubahan yang menghadirkan solusi atas persoalan nyata di masyarakat.
“Program ini menyiapkan para pemimpin perubahan yang melakukan terobosan dan inovasi secara berkelanjutan. Kehadiran mereka sangat penting untuk menyelesaikan masalah di lapangan dan memberikan solusi atas berbagai tantangan yang membutuhkan kepemimpinan yang tidak bisa dilakukan dengan cara biasa-biasa saja,” ujarnya.
Taufiq juga menekankan pentingnya kemampuan pemimpin dalam mengembangkan potensi ASN di lingkungan kerja, membangun kepercayaan, serta menciptakan budaya organisasi yang mendorong inovasi dan peningkatan kinerja.
Pesan serupa disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin. Ia mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan berharap ilmu serta pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Saya mengucapkan selamat atas kelulusan Bapak dan Ibu sekalian. Ilmu, wawasan, dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan saya harapkan terpakai dalam tugas sehari-hari, terutama untuk memperbaiki pelayanan publik dan memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah kita,” ungkapnya.
Syarifuddin mengingatkan para alumni agar tidak berhenti pada pencapaian kelulusan. Proyek perubahan yang telah dirancang selama pelatihan perlu dilanjutkan dan diterapkan di unit kerja masing-masing agar menghasilkan perbaikan yang dapat dirasakan masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan kepemimpinan perlu tercermin melalui keteladanan, keberanian mengambil keputusan, serta dampak positif dari kebijakan dan inovasi yang dijalankan.
“Yang kita tunggu adalah dampaknya, yaitu layanan yang dirasakan makin baik oleh masyarakat,” tegasnya.
Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, melaporkan bahwa PKN Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 berlangsung sejak 10 Juni hingga 15 Oktober 2026. Pelatihan mengusung tema Kepemimpinan Adaptif dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan melalui Tata Kelola Pemerintahan untuk Mewujudkan Resiliensi Bidang Pangan, Bencana, Energi, dan Ekonomi.
Sebanyak 60 peserta mengikuti program tersebut. Mereka berasal dari pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Pembelajaran dilaksanakan melalui metode blended learning, termasuk visitasi kepemimpinan nasional ke Provinsi Jawa Timur. Peserta juga menyusun proyek perubahan dan policy brief sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran.
Berdasarkan hasil evaluasi akhir, seluruh peserta dinyatakan lulus. Sebanyak 14 peserta memperoleh kategori Sangat Memuaskan, sedangkan 46 peserta lainnya mendapatkan kategori Memuaskan.
“Alhamdulillah, seluruh 60 peserta yang menyelesaikan PKN Tingkat II Angkatan XVIII dinyatakan lulus. Sebanyak 14 orang memperoleh kategori Sangat Memuaskan dan 46 orang kategori Memuaskan.
Ini menjadi capaian yang patut kita syukuri sekaligus menjadi tanggung jawab bagi para alumni untuk terus memberikan kontribusi terbaik di instansinya masing-masing,” jelasnya.
Faried berharap hasil pembelajaran dan proyek perubahan dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh organisasi pemerintahan, tetapi juga masyarakat yang menerima layanan publik.
Penutupan PKN Tingkat II Angkatan XVIII menjadi awal bagi para alumni untuk membuktikan kompetensi kepemimpinan melalui inovasi dan perbaikan kinerja. Keberhasilan program tersebut pada akhirnya diharapkan tercermin dalam tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada hasil pembangunan.


