Banua Kalsel Corporate University Diluncurkan, Pembelajaran ASN Diarahkan ke Kinerja Nyata
in , , ,

Banua Kalsel Corporate University Diluncurkan, Pembelajaran ASN Diarahkan ke Kinerja Nyata

Banua Kalsel Corporate University Diluncurkan, Pembelajaran ASN Diarahkan ke Kinerja Nyata

Banua Tv,Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meluncurkan Banua Kalsel Corporate University untuk mengintegrasikan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dengan target kinerja organisasi dan prioritas pembangunan daerah. Melalui sistem ini, pembelajaran aparatur tidak lagi bertumpu pada pelatihan formal, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Peluncuran Banua Kalsel Corporate University tersebut dirangkaikan dengan penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 di Aula Kampus I Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (15/10/2026).

Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufiq, mengapresiasi inisiatif Pemprov Kalsel dalam membangun sistem pembelajaran terintegrasi di lingkungan birokrasi. Menurutnya, pendekatan Corporate University dapat memperkuat budaya belajar sekaligus menghubungkan pengembangan kompetensi pegawai dengan pencapaian visi dan misi pemerintah daerah.

“Kami sangat mengapresiasi BPSDM Kalimantan Selatan atas inisiatifnya menghadirkan Banua Kalsel Corporate University. Ini merupakan terobosan besar karena pembelajaran akan melibatkan seluruh unsur pimpinan dan pegawai, serta menjabarkan secara langsung visi dan misi pemerintah provinsi,” ujarnya.

Taufiq menambahkan, pengembangan kompetensi ASN harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Karena itu, pembelajaran perlu dirancang secara terintegrasi agar pengetahuan yang diperoleh aparatur dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan pekerjaan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Pembelajaran bagi ASN perlu berfokus pada pembelajaran terintegrasi di tempat kerja. Dengan demikian, aparatur dapat terus mengembangkan kemampuan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk menyelesaikan persoalan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan bahwa penerapan Corporate University merupakan bagian dari transformasi pengembangan sumber daya manusia aparatur agar selaras dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam penerapan sistem tersebut, yaitu menyelaraskan pembelajaran dengan strategi pembangunan daerah, mendorong pembelajaran berkelanjutan, serta meningkatkan profesionalisme ASN agar mampu bekerja secara adaptif dan berorientasi pada hasil.

“Seluruh pelatihan aparatur harus selaras dengan visi-misi dan prioritas pembangunan Kalimantan Selatan. Aparatur juga didorong untuk terus belajar secara mandiri, adaptif, dan memanfaatkan teknologi sehingga kita dapat menyiapkan birokrasi yang unggul, lincah, serta berorientasi pada hasil dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Syarifuddin juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan sistem pembelajaran tersebut berjalan efektif. Menurutnya, budaya belajar harus terintegrasi dengan pekerjaan sehingga hasil pelatihan dapat segera diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan peningkatan kinerja organisasi.

“Dengan Banua Kalsel, ruang belajar berpindah dari kelas ke meja kerja. Apa yang dipelajari hari ini dapat dipakai pada pekerjaan esok harinya, sehingga belajar menjadi bagian dari budaya kerja kita sehari-hari,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, menjelaskan bahwa Banua Kalsel Corporate University dikembangkan dengan mengacu pada Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 6 Tahun 2023 tentang Sistem Pembelajaran Pengembangan Kompetensi Secara Terintegrasi serta Keputusan Kepala LAN Nomor 306/K.1/HKM.02.2/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Pembelajaran Pengembangan Kompetensi Secara Terintegrasi pada Tingkat Instansi.

Melalui kerangka tersebut, pengembangan kompetensi ASN diarahkan agar berlangsung secara terstruktur, komprehensif, dan berkesinambungan. Program pembelajaran juga dirancang untuk memiliki keterkaitan langsung dengan target kinerja organisasi serta visi dan misi pembangunan Kalimantan Selatan.

BPSDMD Kalsel turut memperkuat penjaminan mutu pelatihan guna memastikan setiap tahapan pengembangan kompetensi memenuhi standar yang dibutuhkan.

“Penjaminan mutu bukan sekadar sistem pengawasan, melainkan ekosistem yang terintegrasi. Setiap tahapan, mulai dari perencanaan kurikulum, kualitas widyaiswara, proses pembelajaran, hingga evaluasi pascapelatihan, harus berjalan sesuai standar kualitas yang adaptif terhadap kebutuhan zaman,” jelas Faried.

Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, BPSDMD Kalsel menargetkan peningkatan akreditasi dari kategori B menjadi kategori A pada 2027. Target tersebut didukung upaya memperbaiki kualitas penyelenggaraan pelatihan dan sistem penjaminan mutu.

Peluncuran Banua Kalsel Corporate University diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan ASN yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. Lebih jauh, integrasi pembelajaran dengan pekerjaan sehari-hari diharapkan dapat memperkuat hubungan antara peningkatan kapasitas aparatur, kinerja birokrasi, dan kebutuhan masyarakat.

Dengan menjadikan pembelajaran sebagai bagian dari budaya kerja, Pemprov Kalsel berupaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, profesional, dan berorientasi pada pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Diikuti 50 Atlet dari 10 Daerah, Kejurprov Loncat Indah Kalsel Jadi Ajang Evaluasi Menuju Nasional

Seluruh Peserta PKN II Kalsel Lulus, Dampak Proyek Perubahan Jadi Tantangan Berikutnya