Karhutla Dekati KM 17, BPBD Kalsel Perhatikan Keselamatan Habitat Bekantan
Banua Tv, Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Banjar mendekati kawasan Tugu Pancasila Kilometer 17. Selain memadamkan api, Tim Reaksi Cepat (TRC) Pengendalian Bencana BPBD Kalimantan Selatan bersama unsur terkait juga memperhatikan keselamatan bekantan yang habitatnya berada di sekitar lokasi kebakaran, Senin (28/9/2026).


Anggota TRC Pengendalian Bencana BPBD Kalsel, Ilham, mengatakan penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif bersama Manggala Agni dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel. Tim gabungan berupaya mencegah api meluas, terutama ke kawasan yang menjadi habitat satwa.
Menurut Ilham, keberadaan bekantan di sekitar lokasi menjadi perhatian petugas setelah sejumlah satwa tersebut terlihat keluar dari kawasan terbakar untuk menghindari kobaran api.
Berdasarkan informasi dari BKSDA, sekitar enam ekor bekantan terlihat di kawasan tersebut. Bahkan, terdapat kesaksian warga yang melihat beberapa ekor bekantan berada di pinggir jalan saat menghindari lokasi kebakaran.
“Menurut informasi dari BKSDA, hari ini terlihat sekitar enam ekor bekantan. Ada juga kesaksian di lapangan yang melihat dua sampai tiga ekor bekantan berada di pinggir jalan untuk menghindari lokasi kebakaran,” ujar Ilham.

Temuan tersebut menjadi perhatian dalam proses penanganan karhutla. Petugas tidak hanya berupaya memadamkan titik api, tetapi juga memperhatikan kondisi kawasan sekitar yang menjadi habitat satwa.
Upaya pemadaman dilakukan bersama BKSDA dengan mempertimbangkan keberadaan bekantan agar penanganan kebakaran turut memperhatikan keselamatan satwa yang terdampak.
Dalam penanganan karhutla tersebut, BPBD Kalsel mengerahkan satu regu yang terdiri atas sekitar 10 personel. Operasional di lapangan didukung dua armada, yakni satu unit mobil tangki untuk memasok air dan satu kendaraan double cabin untuk menunjang mobilitas petugas.
Manggala Agni turut membantu pengisian flexible tank guna memastikan ketersediaan air selama proses pemadaman. Setelah itu, tim bergerak ke kawasan Kilometer 17 untuk mengisi air sekaligus menangani titik api bersama BKSDA.
Area yang berhasil ditangani diperkirakan mencapai sekitar 0,5 hingga 1 hektare. Namun, kondisi lahan gambut yang cukup tebal menjadi tantangan karena api berpotensi bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah.
Ilham menjelaskan, karakteristik lahan gambut di lokasi membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan yang cermat. Api yang menjalar di bawah permukaan berpotensi sulit terdeteksi dan dapat kembali menyala meski api di permukaan telah dipadamkan.
“Lahan gambutnya lumayan tebal di sini. Harapannya hujan bisa cepat turun sehingga dapat membantu memutus pergerakan api di dalam gambut,” katanya.
BPBD Kalsel bersama Manggala Agni dan BKSDA akan terus melakukan penanganan di lapangan untuk mencegah meluasnya kebakaran. Selain pemadaman, perlindungan kawasan habitat bekantan juga menjadi perhatian dalam upaya mengurangi dampak karhutla di wilayah tersebut.


